Hideki Matsuyama mencatatkan skor 65 untuk berbagi tempat kedua pada akhir klasemen putaran pertama FedEx St. Jude Championship.
Bermain tanpa kedi regulernya, Hideki Matsuyama berhasil menorehkan skor 5-under 65 pada putaran pertama FedEx St. Jude Championship kemarin (15/8). Permainan solid ini menempatkannya di jajaran atas, di posisi T2.
Pemegang sembilan gelar PGA TOUR yang baru saja menjuarai medali perunggu Olimpiade Paris 2024 ini menampilkan permainan putter yang tajam untuk menaklukkan green di TPC Southwind di Memphis. Tujuh birdie dengan dua bogey membuatnya kini hanya berjarak satu stroke dari Chris Kirk yang memuncaki klasemen.
Adapun duo Korea Im Sungjae dan An Byeonghun sama-sama menorehkan skor 69 pada ajang pertama dari rangkaian FedExCup Playoff ini. Sedangkan kedua rekan senegara mereka, Kim Siwoo dan Tom Kim, masing-masing menorehkan skor 70 dan 71.
Matsuyama terpaksa ditemani oleh Taiga Tabuchi sebagai kedi setelah kedinya sejak lama, Shota Hayato dan Mikihito Kuromiya, pelatihnya, terpaksa kembali ke Jepang untuk mengurus dokumen-dokumen perjalanan lantaran paspor keduanya hilang ketika berhenti di London seusai Olimpiade pekan lalu. Tabuchi sendiri merupakan kedi dari Ryo Hisatsune, yang tidak lolos ke FedExCup Playoff.
”Taiga (Tabuchi) menjalankan tugas dengan luar biasa hari ini, jadi kita lihat saja bagaimana selanjutnya.”
”Saya jadi ingat ketika pertama kalinya saya ditemani Shota sebagai kedi. Kami mengupayakan beberapa hal. Hal utama pada hari ini benar-benar berusaha memiliki kerja tim dengan kedi. Kami bermain dengan baik dan saya tidak tahu bagaimana Shota menanggapinya, tapi kerja sama kami berhasil,” ujar Matsuyama, yang mengakhiri putaran pertama dengan berbagi peringkat kedua dengan pegolf Kanada Taylor Pendrith dan Mattieu Pavon asal Perancis.
Kembali ke TPC Southwind turut memberi nuansa positif bagi Matsuyama. Ia finis T2 pada ajang World Golf Championship-FedEx St. Jude Invitational 2021 setelah kalah play-off. Pada hari pertama itu, ia memasukkan putt dari jarak 7,2 meter, 10,2 meter, dan 5,1 meter, masing-masing dari hole 7, 12, dan 14 sehingga berada di posisi pertama untuk kategori Strokes Gained: Putting, di mana ia mencatatkan 2,6 stroke lebih baik daripada 70 peserta pekan ini. Matsuyama sendiri berada di peringkat 133 untuk musim ini, pada kategori yang sama.
”Saya senang dengan permainan hari ini,” ujar Matsuyama, yang kini duduk di peringkat 8 pada klasemen FedExCup. ”Tugas saya masih sama. Cuma bermain golf. Saya mengobrol dengan pelatih tiap malam melalui telepon. Kedi saya juga hebat. Taiga menjalankan tugas dengan luar biasa hari ini, jadi kita lihat saja bagaimana selanjutnya. Saya bermain dengan baik, dan momentumnya berlanjut. Sekarang tinggal apakah hasilnya, skornya bisa mengimbangi.”
Matsuyama menyebutkan bahwa ia dan timnya mendapati barang-barang mereka dicuri setelah selesai santap malam di London. ”Sungguh situasi yang sangat disayangkan. Untungnya, saya cuma kehilangan dompet, tapi Shota dan pelatih saya kehilangan paspor mereka, dan kami berusaha untuk mengurus visa mereka. Kami malah tidak sadar kalau ada kejadian begini. Waktu itu kami cuma sedang bersantap santai, dan Shotalah yang pertama kali menyadarinya. Pastilah kami merasa frustrasi, tapi kami benar-benar tidak tahu bagaimana peristiwa seperti ini terjadi. Semuanya seperti mendadak.”
”Kami berusaha keras dan tak sabar untuk bisa ke East Lake. Shota akan hadir, tapi mungkin pelatih saya tidak bisa.”
Hayato sudah menjadi kedi Matsuyama pada sebagian besar kemenangannya, termasuk ketika menjuarai Masters Tournament 2021. Ia diharapkan bisa bergabung menjelang TOUR Championship. Musim lalu Matsuyama gagal mengikuti ajang tutup musim itu setelah selama sembilan musim sebelumnya selalu berhasil tampil.
”Kami berusaha keras dan tak sabar untuk bisa ke East Lake. Shota akan hadir, tapi mungkin pelatih saya tidak bisa,” ujar Matsuyama, yang musim ini telah meraih satu kemenangan dengan finis sepuluh besar pada empat turnamen lainnya.
Dengan skor yang solid kali ini, tidaklah mengherankan jika ia harus berhadapan dengan pertanyaan, ”Akankah Hayato masih akan menjadi kedinya?”
”Pastinya! Pastilah!” tegasnya sembari tersenyum.


