Trio AS Ethan Fang, Preston Stout, dan Mason Howell melangkah ke Piala Eisenhower dengan termotivasi keberhasilan tim wanita pada Piala Espirito Santo pekan lalu.
Keberhasilan Catherine Park, Farah O’Keefe, dan Megha Ganne ketika menjuarai Piala Espirito Santo pekan lalu jelas menginspirasi tim putra untuk bisa mengangkat Piala Eisenhower pada pekan ini.
Ethan Fang, Preston Stout, dan Mason Howell sama-sama mengakui keberhasilan tim wanita Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu menjadi dorongan penting untuk memulai pertandingan Rabu (8/10) besok.
”Saya pikir keberhasilan mereka menjadi motivasi bagi kami, melihat mereka menang, dan kami pun jadi ingin melakukan hal yang sama,” ujar Stout.
”Dan kami yakin kami bisa mengikutinya,” timpal Howell.

”Mereka memberi kami sedikit tips, tapi kami juga akan memainkan permainan kami di lapangan, dan semoga kami pun bisa mengikuti langkah mereka,” tambah Fang.
Tim AS jelas berpeluang untuk mempertahankan Piala Eisenhower, yang pada dua tahun lalu dimenangkan oleh trio Nick Dunlap, David Ford, dan Gordon Sargent. Fang kini berstatus No.3 Dunia, dengan Stout duduk di No.4 Dunia, sementara Howell merupakan pegolf No.127 Dunia.
Ketiganya juga bukan pertama kali ini tampil dalam satu tim. Bulan September lalu mereka menjadi bagian dari Tim Walker Cup AS yang berhasil mengalahkan Tim Britania Raya dan Irlandia. Pengalaman bermain membela negara dalam kejuaraan beregu juga menjadi salah satu alasan mengapa ketiganya siap untuk tampil maksimal pekan ini.
”Kami tampil cukup baik dalam ajang beregu. Saya kira kami juga menampilkan permainan yang bagus juga (waktu itu). Jadi, kami bersemangat untuk melihat bagaimana permainan kami menghadapi pemain lain dari seluruh dunia,” tutur Fang.
Stout menambahkan, bermain dalam ajang beregu menuntut tiap pemain memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi satu sama lain. ”Saya mempercayai kedua rekan saya ini. Saya tahu kalau mereka akan memainkan peranannya, jadi saya harus memainkan peranan saya sendiri. Hasilnya akan terlihat, dan (kesempatan) ini adalah sesuatu yang tak semua orang dapatkan; bisa bertanding menghadapi para pemain lain dari seluruh dunia, pasti akan sangat menyenangkan,” ujar Stout.

”Dan kami hanya bertiga, tiap hari dua skor (terbaik) akan diperhitungkan, jadi kami semua bakal bermain sesuai permainan kami sendiri, dan kita melihat dari kompetisi wanita, skor ketiga tetap penting. Saya mempercayai kedua rekan saya, dan saya pikir kami akan memenangkannya!” tegas Howell.
Pelatih Tim AS Chriz Zambri juga meyakini ketiga pemainnya memiliki modal yang penting untuk tak sekadar bicara banyak, tapi juga mempertahankan piala bergengsi ini. Fang, misalnya, merupakan Juara The Amateur Championship tahun ini dan finis di tempat kedua pada ajang The Western Amateur Championship.
Sementara Stout, telah tujuh kali finis di tiga besar pada turnamen yang ia ikuti dengan dua di antaranya ia menangkan—Big 12 Conference Men’s Golf Championship dan Northeast Amateur Invitational. Selain itu, ia juga sempat menembus babak 16 besar pada US Amateur Championship belum lama ini.
Adapun Howell berstatus sebagai Juara US Amateur Championship setelah meraih kemenangan besar 7&6 atas Jakson Herrington pada bulan Agustus lalu.
”Mereka pemain yang sangat bagus, jadi tak banyak yang bisa saya berikan kepada mereka selain membahas cara memainkan lapangan ini terkait dengan melakukan pukulan tee di hole-hole par 4 dan par 5. Kami sedikit membahas soal lokasi hole yang kami lihat dari kompetisi wanita (pekan lalu). Mereka pemain berkualitas, …,” tutur Zambri.

Meski demikian, bermain untuk pertama kalinya di Asia bisa menjadi salah satu tantangan bagi ketiganya. Dan aspek jenis rumput membuat Fang memilih untuk tidak terlalu berharap banyak selain bermain sebaik mungkin.
”Kami tak punya jenis rumput seperti di sini selain di California, makanya lapangannya terasa berbeda, terutama di atas green. Saya tidak mau berekspektasi, jadi saya hanya akan melangkah ke lapangan dan bermain sebaik mungkin,” ujar Fang.
”Menurut saya lapangan ini panjang. Anda tak bisa menjangkau semua par 5 (dalam dua pukulan), tapi saya juga suka green-nya. Green-nya bergelombang dan sepertinya setiap green punya tiga atau empat seksi yang berbeda. Saya kira Anda mesti benar-benar memiliki permainan wedge dan iron yang tajam, yang saya kira cocok buat kami. Menurut saya kami semua adalah pemukul bola yang sangat baik. Saya kira melakukan driving dan permainan wedge dan approach pasti akan menjadi kunci pekan ini. Mesti membidik area green yang tepat,” jelas Stout lagi.
”Seperti yang Prestin sampaikan, hanya karena bola bisa masuk ke green bukan berarti dijamin bisa mendapat par. Green di sini sangat bergelombang; saya tak banyak memainkan green seperti ini di AS. Ini lapangan yang panjang, yang saya kira kami suka karena banyak yang seperti ini di AS. Rumputnya berbeda, tapi kami punya cukup waktu untuk beradaptasi,” tambah Howell.
Selama ini Tim AS telah mendominasi Piala Eisenhower. Sejak kejuaraan dua tahunan ini digelar pada tahun 1958, AS telah 16 kali menjadi kampiun.

