Sukses rekan-rekan senegaranya dalam beberapa pekan terakhir menjadi motivasi ekstra yang memacu Li Haotong untuk mengikuti tren positif serupa.
Li Haotong bakal tampil pada ajang Corales Puntacana Championship, yang dimulai Kamis (24/3) ini dengan motivasi baru. Ia berharap peribahasa Latin, ”Omne trium perfectum” alias ”segala sesuatu yang terjadi tiga kali menjadi sempurna” bisa ia wujudkan.
Keberhasilan dua rekan senegaranya, Wu Ashun dan Yuan Yechun, dalam meraih kemenangan dalam beberapa pekan terakhir membuat Li terpacu untuk mengikuti langkah mereka dan menggenapi peribahasa tersebut. Awal Maret lalu, Wu menjuarai Magical Kenyan Open untuk gelar DP World Tour keempatnya, sementara Yuan baru saja memenangkan ajang Korn Ferry Tour lewat ajang Chitimacha Louisiana Open presented by MISTRAS, yang sekaligus membuatnya hampir pasti meraih kartu PGA TOUR untuk musim depan.
”Saya menghargai kesempatan ini karena saya bisa mendapatkan poin (FedExCup) dan mengejar impian golf saya,” ujar Li, yang pekan ini bersaing pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$3,7 juta. Ia sendiri mendapat spot pekan ini setelah memperoleh undangan dari sponsor.
”Kemenangan yang diraih oleh Ashun dan Carl (nama Inggris Yuan) memberi motivasi besar buat saya. Saya senang melihat mereka menang dan upaya mereka membuahkan hasil. Kemenangan mereka memberi dampak yang besar bagi golf di China.”
”Saya pikir saya perlu melakukan penyesuaian pada swing saya dan memulihkan rasa percaya diri. … selangkah demi selangkah untuk kembali ke puncak (permainan).”
Pegolf berusia 26 tahun ini mulai menunjukkan permainan terbaiknya ketika finis T12 pada ajang PGA TOUR, Sony Open, bulan Januari lalu. Setelah itu, ia berhasil mencapai tempat ketiga pada ajang Ras al Khaimah Championship pada DP World Tour bulan lalu.
Dengan Corales Puntacana Championship digelar bersamaan dengan ajang elite 64 pemain World Golf Championships-Dell Technologies Match Play di Austin, Texas, pegolf yang sempat membelia Tim Internasional pada Presidents Cup 2019 ini berniat untuk memanfaatkan kesempatan pekan ini dan menorehkan hasil meyakinkan di Karibia.
”Rasanya luar biasa ketika main bagus di kedua ajang tersebut (Sony Open dan Ras al Khaimah Championship) dan hasilnya memberi saya percaya diri. Saya ingin membawa performa bagus itu ke pekan ini,” ujarnya. ”Saya pikir saya perlu melakukan penyesuaian pada swing saya dan memulihkan rasa percaya diri. Sepertinya saya masih perlu melakukan pengembangan, saya mesti mengambil selangkah demi selangkah untuk kembali ke puncak (permainan).”
Li jelas berharap bisa kembali ke masa-masa ketika ia bisa menjuarai dua gelar DP World Tour—ketika itu masih bernama European Tour. Kala itu ia bahkan sanggup mengalahkan para pemain tangguh, seperti Rory McIlroy dan Brooks Koepka dalam duel satu lawan satu. Ia menaklukkan McIlroy pada ajang Dubai Desert Classic 2018, dan mengalahkan Koepka pada ajang WGC-Dell Technologies Match Play 2019 untuk melangkah ke babak keempat. Ia juga membukukan skor 63 pada putaran final The Open Championship 2017, serta menjadi pemuncak klasemen dalam 36 hole pada PGA Championship 2020, sebelum akhirnya finis di posisi T17. Peringkat dunia tertingginya ialah 32, sampai kemudian performanya anjlok

