K.J. Choi terus memberi dampak bagi bintang-bintang Korea yang menempuh jalan yang ia lakukan pada panggung PGA TOUR.

Sosok K.J. Choi sebagai pegolf Korea tersukses dan legenda golf Asia membuat banyak pegolf muda senegaranya yang belajar banyak darinya. Keberhasilan Lee Kyounghoon meraih gelar PGA TOUR pertamanya bulan lalu juga tidak lepas dari beberapa masukan yang Choi berikan kepada Lee.

Sebagai pemegang delapan gelar PGA TOUR, Choi, yang kini berusia 51 tahun telah menginspirasi begitu banyak pegolr muda Korea dalam dua dekade terakhir. Ketika Lee di ambang kemenangannya pada ajang AT&T Byron Nelson bulan lalu, pegolf veteran ini bahkan memastikan menyaksikan momen bersejarah itu di pinggir green hole 18, meskipun ia sendiri gagal lolos cut pada pekan tersebut.

Lee sendiri kaget ketika mendapati Choi berada di antara para penonton di pinggir lapangan, bersama Juara Byron Nelson 2019 Kang Sung.

”Saya sudah mengenal K.H. sejak dia masih kecil. Bahkan ketika saya berada di AS saya juga banyak mendengar performanya yang sangat bagus sebagai pemain tim nasional dan pegolf profesional. Saya tidak ingin melewatkan kemenangan pertamanya, jadi saya berangkat ke klub itu sebelum ia memasukkan putt terakhirnya. Para peserta kala itu sungguh tangguh dan bisa menang di bawah kondisi yang demikian sangatlah luar biasa dan begitu berarti baginya,” ujar Choi, yang mendapat julukan ”Bapa Besar” golf Korea alias ”big daddy” oleh Lee.

”Saya ingin merayakan kemenangan itu bersama dia secara langsung, dan bukan melalui panggilan telepon. Ketika saya memeluk K.H., saya bisa merasakan betapa ia bergetar. Lalu saya memberi tahu dia, ’Ini luar biasa. Sekarang setelah menjuarai gelar PGA TOUR pertama dengan kerja kerasmu sendiri, kamu akan segera meraih kemenangan berikutnya.’”

”(Keberadaan) K.J. sangat besar artinya bagi kami. Ia merupakan legenda sepanjang masa dan menjadi alasan begitu banyak pegolf junior Korea bermimpi menjadi pegolf profesional.” — Lee Kyounghoon.

Choi, yang merupakan putra seorang petani, menepis semua keraguan dan berlatih keras untuk menuju PGA TOUR pada 1999. ia menjadi pegolf Korea pertama yang meraih hak bermain pada sirkuit golf terkemuka di dunia ini. Kemenangannya termasuk pada Memorial Tournament 2007, dengan Jack Nicklaus sebagai tuan rumahnya, dan PLAYERS Championship 2011, yang merupakan turnamen flagship PGA TOUR.

Lee, yang kini masih berusia 29 tahun, menyadari bahwa perjalanannya masih sangat panjang untuk bisa menyamai karier gemilang Choi. Saat ini ia sangat senang bisa menikmati pengetahuan Choi yang begitu luas. Lee memainkan putaran latihannya dengan Choi di Muirfield Village hari Selasa (1/6) kemarin dan berharap bisa mengulangi kemenangan idolanya itu. Lee sendiri sempat menjadi salah satu pimpinan klasemen pada Memorial Tournament dua tahun lalu, namun harus puas dengan finis di posisi T37.

”(Keberadaan) K.J. sangat besar artinya bagi kami. Ia merupakan legenda sepanjang masa dan menjadi alasan begitu banyak pegolf junior Korea bermimpi menjadi pegolf profesional. Ia merupakan seorang pionir,” puji Lee.

”Saya tidak tahu kalau K.J. menanti saya ketika saya menang. Saya dengar dia datang jauh-jauh dari rumahnya. Saya sangat kaget melihatnya, tapi pada saat yang sama, sangat berterima kasih dia menyaksikan kemenangan saya. Ia menyampaikan begitu banyak hal positif dan sungguh suatu kehormatan ia bisa berada di sana. Yang mau saya bilang, K.J. memang selalu ada di sini … Bapa Besar, jadi saya sangat berterima kasih dan kehadirannya sangat berarti buat saya.”

Meski kini Choi bisa bertanding pada PGA TOUR Champions, ia masih memiliki semangat membara dan berharap bisa meniru kemenangan memukau Phil Mickelson ketika menjuarai PGA Championship dua pekan silam. Prestasi Mickelson itu menjadikannya pegolf tertua yang menjuarai Major persis menjelang ulang tahunnya yang ke-51.

”Sudah 13 tahun berlalu sejak saya menjuarai Memorial … sulit dipercaya. Jika bisa menjuarai ajang ini sekali lagi saja, pasti akan luar biasa dan menjadi salah satu hari terbaik dalam hidup saya.” — K.J. Choi.

”(Prestasi Mickelson) itu sungguh memotivasi saya,” ujar Choi, yang finis T3 pada ajang KitchenAid Senior PGA Championship pekan lalu.

”Sungguh luar biasa melihat Phil berhasil menjaga fokus dan kondiis fisiknya untuk menjuarai PGA dalam usia 50. Ia masih memiliki tempo swing, kondisi fisik, dan mentalitasnya sendiri. Sungguh mengagumkan. Sepertinya saya harus bersiap agar bisa bersaing dengan para pemain muda.

”Sudah 13 tahun berlalu sejak saya menjuarai Memorial … sulit dipercaya. Jika bisa menjuarai ajang ini sekali lagi saja, pasti akan luar biasa dan menjadi salah satu hari terbaik dalam hidup saya. Sungguh kehormatan besar berpeluang bermain dalam turnamen besar yang diadakan oleh salah satu pegolf legendaris, Jack Nicklaus. Saya belajar golf dengan membaca bukunya (Golf My Way),” imbuh Choi, yang bermain dengan undangan sponsor pada pekan ini.

Lee juga berharap bisa melanjutkan momentum kemenangannya ke Memorial, yang ia posisikan sebagai salah satu dari dua turnamen favoritnya pada PGA TOUR, ”Yang pertama ialah THE CJ CUP dan yang lainnya ialah Memorial Tournament. Saya sudah mengalami begitu banyak kenangan indah pada ajang Memorial ini, lapangannya bagus dan saya merasa nyaman di sini,” ujar Lee.

Jon Rahm akan mempertahankan gelarnya menghadapi sederet pemain bintang lainnya, termasuk Justin Thomas, Bryson DeChambeau, Collin Morikawa, dan Juara Masters Hideki Matsuyama, yang meraih gelar PGA TOUR pertamanya pada ajang Memorial tahun 2014.