THE PLAYERS Championship bukan sekadar soal hadiah uang yang jumlahnya kian meningkat, melainkan menghadirkan warisan yang disebut PGA TOUR, warisan yang tak lekang oleh masa, seperti diuraikan oleh Chuah Choo Chiang berikut ini.
Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Senior Director, Marketing & Communications – APAC untuk PGA TOUR dan berdomisili di Kuala Lumpur.
Rekor total hadiah senilai US$20 juta, atau sekitar Rp288 milyar, lapangan yang dikenal sebagai ujian paling murni dalam golf dan menyambut para pemain tertangguh dari ajang mana pun, dan pertunjukan yang disebut sebagai Standard Emas untuk PGA TOUR. Selamat datang pada THE PLAYERS Championship mulai dari 10-13 Maret 2022 ini!
Ketika Justin Thomas hadir di The Stadium Course di TPC Sawgrass untuk mempertahankan gelar PLAYERS miliknya, upayanya itu akan bertepatan dengan periode yang tak pernah ada sebelumnya bagi para pegolf elite ini lantaran ada lebih, dan lebih, dan lebih banyak hadiah uang lagi yang bisa dimenangkan pada ajang PGA TOUR.
Ada begitu banyak alasan untuk bermain lebih daripada sebelumnya, dan tak hanya pada THE PLAYERS, yang merupakan ajang flagship PGA TOUR dan turnamen paling prestisiusnya, tapi di seluruh 47 turnamen yang diselenggarakan pada musim yang padat ini.
Bonus hadiah dari FedExCup telah melonjak dari US$15 juta menjadi US$75 juta, di mana pemain No.1 nanti akan membawa pulang US$18 juta. Comcast Business TOUR Top-10 telah menggandakan hadiahnya menjadi US$20 juta. Lalu masih ada juga Player Impact Programme, yang memberi hadiah bagi para pemain top berdasarkan kombinasi metrik, dan menyuguhkan US$50 juta.
”Saya tumbuh dengan menyaksikan begitu banyak pemain hebat bermain dalam turnamen-turnamen besar dan ada sejarah dan warisan pada semua ajang tersebut. Itulah yang lebih memberi daya tarik bagi saya.” — Jon Rahm, Pegolf No. 1 Dunia.
Semua peningkatan itu bertepatan dengan debut PGA TOUR pada kesepakatan hak siar TV domestik yang dimulai tahun ini hingga 2030, dan rata-rata hadiah turnamen meningkat hingga US$9,1 juta dari US$8 juta. Para pemain sekarang bermain untuk total hadiah US$427 juta (sekitar Rp6.144 milyar) sebagai hadiah uang resmi.
Namun, tunggu dulu … bukan hanya uang yang membuat dunia golf terus berjalan.
Mengejar sejarah golf, menciptakan berbagai warisan, dan menciptakan perubahan positif dalam platform yang dikenal dengan upaya-upaya filantrofinya untuk memberi dampak bagi masyarakat—lebih dari US$3 milyar telah dikumpulkan untuk kegiatan amal sejak 1968—menjadi benarng yang terus berlanjut di antara bintang-bintang golf masa kini. Mereka tahu Anda takkan bisa meraih jutaan dollar hanya dengan muncul. Sebaliknya, mereka bersiap untuk bersaing menghadapi para pemain dengan kualitas yang tangguh pada THE PLAYERS untuk mendapat tempat mereka dalam kalender golf tahunan, dan mengikuti warisan yang dimulai oleh para pemain, seperti Arnold Palmer, Jack Nicklaus, dan Tiger Woods.
Rory McIlroy, Juara PLAYERS 2019 dan pemegang 20 gelar PGA TOUR, sudah menyuarakan keinginannya untuk memegang posisi penting dalam olahraga ini meskipun usianya baru 32 tahun. ”Saya ingin berada di sisi sejarah yang tepat,” ujar pegolf asal Irlandia Utara, yang sepanjang kariernya telah memberinya lebih dari US$60 juta.

”Rasanya inilah tempat terbaik untuk bermain golf jika Anda adalah pegolf profesional elite. Tiap kali saya melangkah keluar untuk sebuah pertemuan atau melakukan pertemuan dengan mereka (jajaran pemimpin PGA TOUR), saya selalu yakin bahwa Tour ini berada di arah yang tepat.”
Pegolf Spanyol dan No.1 Dunia saat ini Jon Rahm, yang telah memenangkan lebih dari US$31 juta pada PGA TOUR, menjelaskan motivasinya untuk olahraga ini. ”Menurut saya warisan terbaik yang bisa saya capai adalah bersama PGA TOUR. Saya tidak melakukan semua ini untuk uang,” ujar Rahm.
”Saya berkecimpung dalam olahraga ini karena mencintai golf dan mencintai olahraga ini dan untuk menjadi juara. Saya tumbuh dengan menyaksikan begitu banyak pemain hebat bermain dalam turnamen-turnamen besar dan ada sejarah dan warisan pada semua ajang tersebut. Itulah yang lebih memberi daya tarik bagi saya.”
Pegolf No.2 Dunia Collin Morikawa juga tumbuh dengan mengidolakan Woods, yang kini menjadi salah satu pemain dengan rekor 82 kemenangan PGA TOUR, dan sadar ke mana persisnya ia harus mencari pemuasan golfnya. ”Saya sepenuhnya mendukung PGA TOUR. Seluruh hidup saya, saya selalu memikirkan PGA TOUR, saya memikirkan bermain menghadapi Tiger, mengalahkan rekor-rekornya, tapi saya tidak pernah memikirkan apa pun selain itu. Saya tak pernah memikirkan hal lainnya, hanya PGA TOUR.”

Woods, yang masih dalam proses pemulihan akibat kecelakaan mobil tunggal lebih dari setahun silam, juga layak mendapat kredit lantaran menghasilkan lebih banyak nilai daripada siapa pun juga sebelum olahraga profesional ini memberi daya tarik secara global. Ketika bintang baru asal Chile Joaquin Niemann menjuarai The Genesis Invitational, turnamen dengan Woods sebagai tuan rumahnya, dan dengan sejarah yang bermula sejak 1926, pegolf berusia 23 tahun itu terkesima akan pencapaiannya.
”Saya ingin bersaing dengan para pemain terbaik di dunia, saya ingin menjadi pemain No.1 dunia suatu hari nanti. Menurut saya tak ada perasaan yang lebih baik daripada yang saya rasakan saat ini. Menjuarai ajang PGA TOUR, meraih trofi, melihat Tiger di sana, semua sejarah di belakang itu semua, tak ada yang bisa menyaingi semua itu,” ujar Niemann, yang telah meraih dua kemenangan.
Tahun ini PLAYERS Championship akan merayakan edisi ke-47 dan menandai 40 tahun ajang prestisius ini dimainkan di Stadium Course yang didesain Pete Dye. Dengan sederet juara, seperti Nicklaus, Lee Trevino, Nick Price, Fred Couples, dan sudah tentu Woods, pencapaian dengan menjuarai ajang flagship PGA TOUR ini tak berhenti hanya pada juara tahun lalu, Justin Thomas.
”Ini kejuaraan yang besar, sangat spesial. Ini turnamen yang ingin saya menangkan, turnamen yang benar-benar saya rasa bakal saya menangkan pada suatu waktu, dan berharap bisa beberapa kali. Ujian terbesar golf, itulah sebabnya disebut Players Championship,” ujar Thomas, pemegang 14 gelar PGA TOUR.
”Yang saya bilang, alasan saya bermain golf ialah menciptakan warisan dan menang sebanyak mungkin pada PGA TOUR.”


