Danielle Kang, Park Inbee, dan Kim Alim mengawali HSBC Women’s World Championship dengan permainan solid dan berbagi tempat kedua, satu stroke di belakang Patty Tavatanakit.
Tiga jawara Major memulai HSBC Women’s World Championship dengan solid. Danielle Kang, Park Inbee, dan Kim Alim sama-sama menorehkan skor 4-under 68. Satu-satunya pemain yang bermain lebih baik daripada mereka adalah Patty Tavatanakit, juara Major lainnya, yang bermain tanpa bogey dan menorehkan skor 5-under 67.
Narasi awal yang tercipta di Tanjong Course, Sentosa Golf Club hari ini (3/3), salah satunya, berpihak pada Danielle Kang. Pegolf Amerika ini seakan bakal mengukuhkan supremasinya dengan menjadi satu-satunya pemain yang membukukan lima birdie di sembilan hole pertamanya. Posisinya di puncak klasemen pun kian kukuh tatkala meraih birdie keenam di hole 13 par 5.
Namun, harapan untuk bermain tanpa bogey itu sirna tatkala ia tiba di hole 15 par 3. Bogey di sana memang tidak memupus permainannya, lantaran ia masih berhasil mencatatkan birdie di hole 16 par 5, sekaligus memberinya hasil sempurna di seluruh hole par 5. Sayangnya, dua bogey berturut-turut di dua hole terakhir membuatnya harus puas bermain 4-under 68.
”Saya pikir saya cepat panas untuk mengawali putaran ini. Pada satu titik saya benar-benar main bagus. Dan sayangnya, saya mulai sedikit kekurangan fokus dari permainan karena lebih fokus untuk tidak merasa kepanasan. Sudah lama saya tidak merasakan cuaca sepanas ini. Namun, saya masih main bagus. Jadi, saya tidak terlalu khawatir soal apa yang saya lakukan hari ini atau di posisi mana saya mengakhiri permainan,” tutur Kang, yang menyamai skor terbaiknya selama mengikuti ajang ini. Ia juga membukukan skor 68 pada edisi 2018, kala itu tanpa satu bogey pun dan akhirnya mencatatkan finis terbaiknya, T2.
Meski skornya tidak buruk, jelas tak ada pemain yang ingin mengakhiri sebuah putaran dengan dua bogey berturut-turut. Kang mengakui catatan demikian cukup untuk membuatnya frustrasi. ”Tidak masalah sebagus apa Anda memulai permainan. Kalau Anda finis dengan bogey, bogey jelas bukan finis yang bagus,” ujarnya lagi.

Cuaca terik dan angin yang berputar pun ikut menambah tantangan di Tanjong Course ini. ”Menjelang hole-hole akhir saya pikir permukaan lapangannya mulai lebih keras …. Saya kesulitan untuk tetap fokus, malah terkadang saya bingung mesti berbuat bagaimana.”
Sementara itu, Park Inbee sempat berpeluang untuk mengulangi putaran tanpa bogey, seperti ketika ia menjuarai edisi 2016 dan memulai edisi 2021 lalu. Pegolf tersukses dalam sejarah HSBC Women’s World Championship ini sudah menorehkan 4-under berkat birdie di hole 2, 3, 5, dan 8 di sembilan hole pertamanya. Ia juga berhasil mempertahankan par di lima hole berikutnya sampai mencatatkan birdie kelimanya di hole 15 par 3 dan berpeluang untuk meramaikan posisi teratas. Sayangnya, ia justru tersandung di hole 18.
”Menurut saya lapangan ini sangat cocok buat saya; tidak terlalu panjang dan kondisi demikian benar-benar memberi sejumlah keuntungan buat saya yang harus bersaing dengan para pemukul jauh,” jelas Park, yang menjuarai ajang ini tahun 2015 dan 2017.
Satu-satunya bogey yang menodai kartu skornya hari ini terjadi akibat pukulan hybrid-nya meleset. ”tapi itulah satu-satunya pukulan saya yang meleset hari ini,” tegasnya lagi.
”Beberapa hole menjadi lebih panjang. Dan menurut saya masih cukup adil untuk dimainkan. Lapangan ini sudah memberikan hasil yang sangat bagus buat saya selama beberapa tahun terakhir, tahun ini juga demikian.”
Satu jawara Major lainnya yang memulai ajang prestisius ini dengan solid ialah Juara U.S. Women’s Open 2020 Kim Alim. Kim menjadi satu dari hanya lima pemain yang berhasil bermain tanpa bogey pada putaran pertama tadi. Skor 68 ini juga memberinya start yang jauh lebih baik ketimbang debutnya tahun 2021 lalu, ketika ia membukukan skor 74.

”Lapangannya berada dalam kondisi yang jernih dan green-nya licin. Hari ini sayay melakukan sedikit kesalahan, tapi saya akan meminimalisasi kesalahan itu besok,” tuturnya. ”Hari ini pukulan tee saya bagus dan pukulan kedua saya juga bagus. Saya sebenarnya ingin mendapatkan lebih banyak birdie, tapi hari ini ada banyak peluang birdie yang meleset. Namun, saya berharap besok bisa mendapat lebih banyak birdie.”
Jika Kang, Park, dan Kim hanya berjarak satu stroke dari Tavatanakit, ketiga pemain ini pun hanya bermain satu stroke lebih baik ketimbang 14 pemain lainnya. Pegolf No.1 Dunia Ko Jinyoung, peraih dua medali Olimpiade Lydia Ko, pegolf tersukses Kanada Brooke Henderson, serta salah satu produk HSBC China Junior Golf Lin Xiyu termasuk di antara para pemain yang membukukan 3-under 69.
Bagi Ko, skor 69 ini menjadi skor 60-an ke-15 secara berturut-turut yang ia peroleh. ”Saya tidak memikirkan soal rekor ini di hole terakhir karena menurut saya lebih baik menang daripada mencatatkan rekor. Jadi, saya sama sekali tidak memikirkan soal rekor itu,” ujar Ko, yang memenangkan lima gelar LPGA pada musim 2021 lalu.
Sementara itu, Lin, yang mencatatkan prestasi terbaiknya dengan finis T3 pada edisi 2021 mengaku terbantu dengan angin yang mulai berembus. ”Swing saya belum terasa 100% hari ini. Jadi, pukulan saya sedikit meleset dari jalurnya. Dan terutama buat saya, pukulan yang meleset ke kiri terasa cukup menyakitkan. Saya banyak meleset seperti itu di sembilan hole pertama dan itulah sebabnya saya mendapat beberapa bogey di sana. Sebenarnya, entah bagaimana saya merasa terbantu oleh angin karena membuat saya bisa berpikir jernih dan kemudian bermain aman, tidak melakukan swing dengan keras. Jadi, pukulan saya bisa lebih lurus,” jelasnya.
Juara bertahan Kim Hyojoo harus memulai kampanyenya pekan ini dengan even par 72 setelah mendapat dua birdie dan dua bogey. Ia akan memulai putaran kedua dari posisi T37.


