Patty Tavatanakit, Ingrid Lindblad, dan Gemma Dryburgh mematok skor terendah pada putaran pertama ajang The Amundi Evian Championship 2024.

Sesi pagi di Evian Resort Golf Club hari ini menjadi panggung yang sempurna bagi Patty Tavatanakit, Ingrid Lindblad, dan Gemma Dryburgh untuk mencatatkan skor terendah pada hari pertama gelaran The Amundi Evian Championship. Ketiganya sama-sama bermain dengan skor 7-under 64 dan tanpa mencatatkan satu bogey pun.

Tavatanakit asal Thailand menjadi pegolf pertama yang menorehkan skor 64 tersebut. Ia hanya membutuhkan 26 putt meskipun hanya mengantarkan bolanya ke 10 fairway. Kualitas pukulan approach-nya yang prima juga turut menjadi kunci untuk memukul ke 16 green sepanjang 18 hole pertamanya ini, yang sekaligus membantunya menciptakan tujuh birdie.

”Rasanya dua birdie terakhir itu adalah birdie yang mudah karena pukulan approach saya benar-benar berhenti di dekat lubang. Jadi, bisa dibilang saya tidak sepenuhnya melakukan 26 putt, tapi ya, pukulan saya benar-benar bagus hari ini,” ujar pegolf yang telah menjuarai dua gelar LPGA Tour, termasuk satu gelar Major ini.

 

Ingrid Lindblad, Round 1 The Amundi Evian Championship 2024.
Debutan asal Swedia Ingrid Lindblad menampilkan permainan memukau pada hari pertama The Amundi Evian Championship 2024. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Meskipun finis terbaiknya hanya berada di jajaran 50 besar, persisnya peringkat 48 pada edisi 2023, Tavatanakit mengaku nuansa yang ia alami di Champions Course ini membuatnya selalu bersemangat untuk kembali.

”Rasanya saya merasa lebih nyaman dengan permainan saya ketimbang tahun lalu. Saya juga masih merasakan kenangan yang bagus dari tahun lalu. Rasanya saya juga bermain cukup baik meskipun tidak merasa nyaman, jadi tahun ini perasaan saya terasa lebih bebas.”

Catatan nyaris sempurna juga turut ditorehkan oleh debutan asal Swedia Ingrid Lindblad. Mantan pegolf amatir No.1 Dunia ini juga menorehkan tujuh birdie tanpa bogey dengan hanya meleset, masing-masing, di satu green dan fairway. Komitmennya dalam melakukan tiap pukulan menjadi salah satu kunci penting dari permainannya hari ini.

”Tiap hole di sini berbeda. Tidak ada permukaan yang datar, jadi Anda selalu memukul ke green yang miring ke satu sisi dan fairway yang juga miring ke sisi yang sama sehingga mesti benar-benar hati-hati dalam memukul bola,” ujar pegolf yang beralih profesional pada bulan Juni 2024 lalu ini.

”Seara keseluruhan saya banyak memukul ke fairway, juga ke green. Bola saya tidak terlalu berada di posisi yang sulit. Satu-satunya kendala yang saya alami ialah posisi bola yang buruk di bunker di hole par 5 dan benar-benar membuat saya harus melakukan pukulan bunker normal hanya untuk mengembalikan bola ke fairway dan kemudian menggunakan 4-iron saya untuk menyisakan jarak kurang dari semeter. Jadi, mungkin ini birdie yang tidak biasa, tapi saya tetap menerimanya.”

 

Gemma Dryburgh, Round 1 The Amundi Evian Championship 2024.
Gemma Dryburgh menjadi pegolf ketiga yang menorehkan skor 64 pada putaran pertama The Amundi Evian Championship 2024. Foto: Mark Runnacles/LET.

 

Sadar bahwa ia baru memulai persaingan pada pekan ini, pegolf yang biasa disapa Iggy ini pun lekas menambahkan, ”Terus memukul ke fairway, ke green, dan berusaha memasukkan beberapa putt. Menurut saya itulah yang mesti Anda lakukan. Anda tak bisa benar-benar memaksakannya, terutama di lapangan seperti ini. Anda hanya perlu berkomitmen pada tiap pukulan dan berusaha untuk tidak memaksakan pukulan ke mana pun itu.”

Selang beberapa jam kemudian, pegolf Skotlandia Gemma Dryburgh mengikuti langkah Tavatanakit dan Lindblad tersebut. Seperti halnya Tavatanakit, Dryburgh juga sukses mengemas lima birdie di sembilan hole pertamanya, sebelum kemudian menambah dua birdie lagi di sembilan hole terakhirnya. ”Putting saya bagus, saya bisa melihat jalur-jalurnya dengan sangat baik. Pelatih putting saya, Nick Soto, sudah bersama saya pekan ini, jadi saya pikir latihan kami membuahkan hasil. Pukulan saya juga bagus, tidak ada bogey, jadi skor yang bagus di sini,” ujarnya.

Untuk sementara, ketiga pegolf tersebut memegang keunggulan satu stroke atas enam pegolf lainnya. Lauren Coughlin asal Amerika, Juara 2015 Lydia Ko dari Selandia Baru, Juara 2014 Kim Hyojoo asal Korea, pegolf Jepang Ayaka Furue, pegolf Korea lainnya Choi Hyejin, dan Gaby Lopez dari Meksiko sama-sama menorehkan skor 6-under 65.

Adapun sang juara bertahan Celine Boutier harus puas terpaku di peringkat 21 bersama 16 pegolf lainnya lantaran menorehkan skor 2-under 69. Meski mendapat lima birdie, ia harus menuliskan tiga bogey di kartu skornya.

Pada putaran pertama ini, dua pegolf berhasil menciptakan hole-in-one. Pegolf China Taipei Wu Chun-wei, yang tampil pada pekan ini berkat kemenangannya pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific, mencatatkan hole-in-one di hole 5. Namun, pegolf Inggris Jodi Ewart Shadofflah yang sukses membawa pulang Porsche Macan Turbo Electric lantaran melakukan hal yang sama di hole 16.