Im Sungjae, Lee Kyounghoon, dan Hideki Matsuyama menatap hadiah utama ketika memulai TOUR Championship pekan ini.

Duo Korea Im Sungjae dan Lee Kyounghoon, serta pegolf Jepang Hideki Matsuyama akan merayakan pencapaian pribadi masing-masing pada TOUR Championship di East Lake Club. Ketiganya pun mulai berjuang untuk mewujudkan impian menjadi pegolf Asia pertama yang menjuarai FedExCup.

TOUR Championship menjadi ajang pamungkas PGA TOUR pada musim ini. Kehadiran ketiga pemain ini di Atlanta menjadi pertarungan untuk memperebutkan supremasi sepanjang musim 2021-2022. Dan keberhasilan pada pekan ini bakal mempertegas kekuatan golf dari Asia.

Inilah pertama kalinya sejak peluncuran FedExCup tahun 2007, ketika tiga pegolf Asia bisa menembus jajaran elite 30 besar pada TOUR Championship. Matsuyama yang telah delapan kali menjuarai gelar PGA TOUR, dua di antaranya ia raih musim ini, tampil untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut di East Lake, dan menjadi rekor beruntun terbaik di antara para pemain yang masih aktif.

Im menjadi pegolf Korea pertama yang empat kali berturut-turut lolos ke TOUR Championship, melampaui rekor K.J. Choi. Sedangkan Lee, yang seperti Im telah menjuarai dua gelar PGA TOUR, melakoni debutnya pekan ini.

 

Hideki Matsuyama dengan trofi Sony Open 2022.
Hideki Matsuyama menyamai rekor K.J. Choi setelah menjuarai Sony Open 2022. Foto: Getty Images.

 

”K.H., Hideki, dan saya … tiga pemain di lapangan pekan ini, hal ini sungguh berarti. Ini berarti para pemain Asia menjadi jauh lebih baik dan mencapai eselon teratas,” tutur Im. ”Alasan di balik ini, menurut saya, ialah mentalitas. Saya pikir para pemain Asia memiliki mentalitas yang bagus. Kami punya kelemahan dari sisi fisik, ketimbang para pemain Barat. Namun, kami yakin kalau kami punya mentalitas yang kuat untuk tetap berada di jalurnya. Saya pikir itulah alasan mengapa tiga pemain bisa tampil pada TOUR Championship pekan ini.”

Im memulai TOUR Championship ini dengan skor yang ia peroleh berdasarkan rankingnya pada klasemen FedExCup. Ia memulai turnamen pamungkas ini dengan raihan 4-under pada putaran pertama, enam stroke di belakang Scottie Scheffler. Dan ia juga merasa bangga bisa melampaui prestasi Choi yang telah tiga kali berturut-turut menembus turnamen akhir musim. Choi sendiri telah tampil dalam delapan TOUR Championship—2002-2004, 2006-2008, 2010, dan 2011.

”Saya pikir inilah pertama kalinya seorang pemain Korea bisa tampil empat kali berturut-turut pada TOUR Championship. Sungguh suatu kehormatan bisa mencapai rekor ini. Artinya, saya telah berbuat banyak dalam empat tahun terakhir. Bisa menembus Playoff Finale ini berarti saya punya penampilan yang bagus pada musim ini, jadi saya senang dan ingin terus main di sini,” imbuh Im.

Lee sendiri berhasil tampil setelah finis T5 pada BMW Championship pekan lalu. Finis tersebut membawanya ke peringkat 26 pada klasemen FedExCup. Baginya, hal ini menjadi penebusan lantaran musim lalu ia gagal masuk turnamen tutup musim ini setelah finis hanya satu posisi di luar 30 besar.

”Saya senang bisa berada di sini, tapi pada saat yang sama saya merasa agak gugup,” tutur pegolf berusia 30 tahun ini. ”Tempat pertama akan memulai dengan 10-under, yang memberi perbedaan besar. Namun, saya berusaha tidak berpikir banyak soal perbedaan stroke itu dan akan fokus pada permainan sendniri. Saya berusaha memangkas jarak dan melihat apakah bisa mendekati hari Minggu. Itulah target saya pekan ini.”

 

Lee Kyounghoon dan keluarganya, Round 4 AT&T Byron Nelson 2022.
Lee Kyounghoon sukses mempertahankan gelar AT&T Byron Nelson dengan torehan skor satu stroke lebih baik daripada tahun 2021. Foto: Getty Images.

 

Pencapaian terbaik Asia dalam sejarah FedExCup dilakukan Choi, yang finis di peringkat ke-4 pada tahun perdana, yaitu tahun 2007. Prestasi terbaik Im justru peringkat 11 tahun 2020, tahun ketika ia memasuki putaran ketiga di peringkat kedua. Sementara prestasi terbaik Matsuyama terjadi tahun 2017 ketika ia finis di peringkat 8. Kala itu ia menuntaskan musim reguler dengan berada di peringkat teratas.

Im, yang kini menetap di Atlanta, bakal menikmati tidur yang nyaman di rumahnya sendiri setelah selama beberapa pekan harus jauh dari rumahnya. Pegolf yang juga bakal kembali mewakili Tim Internasional pada Presidents Cup ini segera memulai TOUR Championship kali ini berbekal dua kali berturut-turut finis di tempat kedua pada ajang 3M Open dan Wyndham Championship, T12 pada FedEx St. Jude Championship, dan T15 pada BMW Championship pekan lalu.

”Sungguh spesial buat saya karena TOUR Championship dimainkan di Atlanta dan saya bisa memainkan turnamen terbesar dengan bertolak ke sana dari rumah. Saya bisa tidur di kasur sendiri yang lebih nyaman dan membuat rasanya pekan ini bukan pekan turnamen,” jelas Im.

”Meski akan memulai dengan ketinggalan enam stroke, lapangan ini lebih menuntut alur yang bagus dari awal. Jika bisa membuat skor-skor yang bagus sejak awal tanpa melakukan kesalahan, saya pikir saya bisa mengurangi selisih skornya. Saya tidak berusaha fokus mengejar pimpinan klasemen dan akan fokus pada rencana permainan saya,” tandas pegolf Korea yang telah bermain under dalam empat dari 12 putaran di East Lake.