Lilia Vu menatap putaran final Aramco Saudi Ladies International dengan keunggulan tipis atas pegolf No.1 Dunia Lydia Ko.

Eagle di hole terakhir pada putaran ketiga Aramco Saudi Ladies International presented by Public Investment Fund membantu pegolf Amerika Lilia Vu ke puncak klasemen sementara. Ia mengungguli pegolf No.1 Dunia asal Selandia Baru Lydia Ko pada ajang yang memperebutkan total hadiah US$5 juta atau sekitar Rp75,8 milyar ini.

Posisi Vu ini jelas memberinya peluang untuk meraih kemenangan terbesar dalam kariernya. Sejauh ini, pegolf yang beralih profesional pada 2019 ini telah menjuarai tiga gelar Symetra Tour, Tour batu loncatan menuju LPGA. Eagle di hole terakhir itu membantunya mengemas skor 7-under 65, satu stroke lebih baik daripada Ko yang bermain dengan skor 66.

Keberhasilan Vu mengambil alih puncak klasemen juga tidak lepas dari skor 69 yang ditorehkan pegolf India Aditi Ashok. Skor total 16-under 200 miliknya membuat pemegang empat gelar Ladies European Tour ini berbagi peringkat ketiga dengan Emily Kristine Pedersen (65), juara turnamen ini pada edisi 2021.

Meski sadar bakal mendapat tekanan pada putaran final hari Minggu (19/2) ini, Vu berniat untuk melakukan pendekatan yang menyenangkan di Royal Greens Golf and Country Club.

”Saya sangat menikmati bermain bersamanya (Ko). Kalau bermain dengan pemain mahir, Anda cenderung bermain lebih baik, dan dia juga memukul bola dengan sangat baik. Sejauh ini menyenangkan,” ujarnya.

 

Lydia Ko, Round 3 Aramco Saudi Ladies International 2023.
Skor 6-under 66 memberi peluang bagi Lydia Ko untuk mewujudkan gelar pertamanya setelah resmi menikah. Foto: Tristan Jones/LET.

 

Menyinggung eagle yang membantunya bermain lebih baik daripada Ko, Vu mengungkapkan, ”Saya menghadapi putt yang sangat jauh dari depan green, pin di sisi kiri belakang. Sekitar 24 langkah, dan saya cuma memukul bola dan berharap bisa masuk!”

Sementara bagi Ko, par di hole terakhir memberinya skor 6-under 66, dan hanya terpaut satu stroke dari Vu. Melihat permainan pesaingnya itu, Ko berniat untuk meniru permainan Vu pada hari Minggu. Ia juga berharap permainan agresif saat bermain bersama Vu dan Pedersen dalam grup pamungkas nanti akan membantunya mewujudkan gelar ke-26.

”Kami bermain untuk pertama kalinya pada Scottish Open tahun lalu. Saya sangat suka melihat permainannya, sangat cepat dan sangat agresif ketika bermain. Jadi, itu sesuatu yang berusaha saya lakukan—main sedikit lebihf agresif dan berkomitmen pada pukulan-pukulan saya dan berusaha memukul jauh. Seperti itulah dia bermain. Sangat menyenangkan bermain dengannya dan Aditi,” tutur Ko.

”Besok akan menjadi persaingan sengit, terutama jika angin tidak sekencang kemarin (Jumat) sore. Saya tidak punya gambaran sejauh apa saya dengan pemain lainnya karena Anda bisa melakukan serangkaian birdie dan melompat ke atas (klasemen).

Meskipun masih bisa bermain under, skor 69 tidak cukup untuk membantu Ashok mempertahankan posisi teratas. Namun, ia masih merasa puas bisa menorehkan tiga birdie di empat hole terakhirnya sehingga masih punya peluang pada putaran final nanti.

 

Lexi Thompson, Round 3 Aramco Saudi Ladies International 2023.
Lexi Thompson menyamai rekor skor terendah lapangan dengan 9-under 63, sekaligus melambungkan posisinya ke jajaran atas. Foto: Tristan Jones/LET.

 

”Saya pikir saya masih melakukan pukulan yang bagus hari ini, menciptakan banyak peluang birdie. Cuma tidak memasukkan putt birdie sebanyak dua hari pertama, tapi saya masih senang dengan permainan saya,” ujar Ashok.

Kehadiran sang ayah, yang menemani sebagai kedi, ikut mengangkat semangat pegolf berusia 24 tahun ini. ”Bagus malah. Saya tidak memasukkan banyak putt birdie, jadi sepanjang sembilan hole pertama saya selalu diingatkan untuk tetap sabar, kamu memukul dengan bagus. Hanya mendengar omongan seperti itu dari kedi lantaran saya merasa kecewa dengan putaran saya ini, sudah menjadi hal yang sangat bagus dan kemudian saya bisa finis dengan memasukkan beberapa birdie,” tutur Ashok lagi.

Putaran ketiga ini juga menjadi milik Lexi Thompson. Pegolf Amerika ini sukses menyamai rekor skor lapangan dengan 9-under 63, yang sekaligus membuatnya terpaut lima stroke dari pimpinan klasemen.

”Sepanjang hari ini saya bermain solid di lapangan. Saya melakukan chip-in di lapangan, yang menurut saya menyetel suasana. Sepanjang hari ini saya benar-benar sigap, berusaha untuk tidak berpikir terlalu jauh, fokus pada apa yang saya lakukan kemarin karena kemarin saya memainkan putaran dengan solid juga.

Seperti halnya Ashok, Thompson juga ditemani oleh salah satu anggota keluarganya. Saudara laki-lakinya, yang juga bersamanya di King Abdullah Economic City, turut memberinya semangat dan dorongan berarti. ”Kami cuma mengobrol hal-hal paling umum atau mengobrol secara mendalam, tapi tidak berujung ke mana-mana. Namun, luar biasa. Ia mengenal saya dengan begitu baik dan mengenal permainan saya, mungkin lebih baik daripada saya karena kami bermain bersama tiap hari di rumah. Saya sungguh beruntung dan bersyukur dia ada di lapangan,” tutur Thompson.