Juara Major Y.E. Yang meyakini Asia tak lagi perlu menanti 12 tahun sampai bisa meraih gelar Major ketiga, setelah Hideki Matsuyama memenangkan Masters Tournament bulan April 2021 lalu.
Menjelang penyelenggaraan ajang Major kedua tahun ini, PGA Championship, Yang Yongeun, alias Y.E. Yang, menilai pemegang enam gelar PGA TOUR Hideki Matsuyama bisa meraih lebih dari satu kemenangan Major. Ia juga berharap rekan-rekan senegaranya, seperti Im Sungjae dan Kim Siwoo, juga bisa meraih kemenangan pada panggung Major.
Yang sendiri telah menulis sejarah golf pada tahun 2009 ketika menjadi pegolf pria Asia pertama yang menjuarai Major. Saat itu ia memenangkan PGA Championship di Hazeltine setelah mengatasi ketertinggalan dua stroke pada putaran final dan menaklukkan Tiger Woods dalam duel satu lawan satu yang terkenal itu.
Uniknya, butuh lebih dari satu dekade lagi sebelum akhirnya Asia menyambut pemenang Major berikutnya, tatkala Matsuyama menjadi pegolf Jepang pertama yang menjuarai Masters. Yang sendiri mengaku mengikuti tiap pukulan pegolf Jepang itu pada putaran final di Augusta National melalui layar kaca.
”Saya menyaksikan putaran final sampai momen terakhir. Hideki tetap mengendalikan permainannya sampai akhir tanpa kehilangan fokus. Dia layak mendapatkan gelar untuk menjadi pegolf Asia pertama yang menang di Augusta National, dan saya ingin memberi selamat kepadanya. Saya yakin dia bisa menjuarai lebih dari satu gelar Major dan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Jepang dan golf di Asia. Sebelum The Masters, saya selalu merasa Hideki bisa menjuarai salah satu ajang Major,” tutur Yang.
Sebagai mantan pemenang PGA Championship, Yang juga akan ikut bertanding pada ajang Major yang diikuti oleh 156 pemain yang telah berkumpul di Ocean Course di Pulau Kiawah ini. Ia akan bergabung dengan Matsuyama, Im, Kim, An Byeonghun, dan pemenang AT&T Byron Nelson pekan lalu, Lee Kyounghoon. Dua pegolf berbakat Jepang Takumi Kanaya dan Rikuya Hoshino, serta pegolf Thailand Jazz Janewattananond ikut melengkapi skuad Asia kali ini.
Yang, yang juga berstatus pemenang dua ajang PGA TOUR, juga bersiap untuk melakukan transisi ke kancah PGA TOUR Champions mengingat ia akan genap berusia 50 tahun pada bulan Januari 2022 mendatang. Ia sendiri masih aktif mengikuti kompetisi pada kancah Korn Ferry Tour dan di Asia.
”Sudah 12 tahun berlalu sejak pegolf Asia menjuarai ajang Major dan Hideki meneruskannya. Saya benar-benar menilai akan ada lebih banyak pegolf Asia lagi yang akan menjuarai gelar Major. Mereka yang berpotensi menang termasuk Im Sungjae, Kim Siwoo, An Byeonghun, dan Lee Kyounghoon. Mereka berpotensi menjadi kandidat pemenang Major kita yang berikutnya,” jelas Yang, yang sempat mendapat julukan Penjinak Tiger usai kemenangan bersejarahnya atas Woods.
”Sedangkan untuk Hideki, setelah ia menjuarai Masters dan beberapa turnamen PGA TOUR, saya melihat dia bakal membuat rekor dengan meraih gelar PGA TOUR terbanyak yang pernah dimenangkan oleh seorang pegolf Asia, selama ia tetap fokus pada permainannya.”
Periode 12 tahun itu mungkin telah lama berlalu. Toh Yang masih mengingat dengan jelas kemenangannya atas Woods pada tahun 2009 itu.
”Sudah lebih dari 10 tahun sejak saya bersaing menghadapi Tiger dan menang. Ajang itu akan selalu ada dalam kenangan saya selama-lamanya. Peristiwa tersebut akan menjadi salah satu sorotan dalam karier saya,” sambungnya lagi.
Ia sendiri yakin sanggup bersaing menghadapi para legenda lainnya pada kancah PGA TOUR Champions. Ia sendiri bakal mendapatkan sejumlah spot pada tahun depan, mengingat keberhasilannya pada PGA TOUR.
”Jika bisa bermain pada PGA TOUR Champions, saya akan menjadi salah satu pemain termuda. Dan untuk itu, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memaksimalkan tiap turnamen dan bermain dengan baik. Saat bermain pada PGA TOUR dan Korn Ferry Tour, saya sudah merasa kalau permainan saya tak lagi sama seperti ketika masih muda. Saya berharap bisa lebih kompetitif lagi pada PGA TOUR Champions,” ujar Yang, yang telah bermain dalam 192 ajang PGA TOUR dan mengumpulkan hadiah uang hampir sebesar US$9 juta.
”Saya sudah menikmati masa-masa pada PGA TOUR dengan berbagai pasang-surutnya. Namun, saya merasa bangga dengan keberhasilan saya dan bisa bahagia dan puas.”


