Skor 65 pada putaran ketiga Baycurrent Classic membawa Ren Yonezawa tampil sebagai penantang terbaik Jepang menuju putaran final.

Ren Yonezawa tampil sebagai wakil Jepang dengan peringkat teratas pada akhir putaran ketiga Baycurrent Classic, yang berlangsung di Yokohama Country Club. Pegolf berusia 22 tahun ini mengemas skor 6-under 65 untuk menduduki posisi T10 dan skor total 7-under 206, atau lima stroke di belakang duo Amerika Max Greyserman (71) dan Xander Schauffele (67).

Melejitnya posisi Yonezawa ini justru terjadi dalam kondisi lapangan yang sangat menantang. Selain hujan yang turun, angin kencang juga ikut menambah kesulitan. Toh ia berhasil mencatatkan tujuh birdie dengan hanya satu bogey, yang membuatnya berpeluang menciptakan kejutan pada putaran final besok (12/10).

”Kondisi di lapangan tidak mudah, tapi saya merasa puas dengan permainan saya,” tutur Yonezawa. ”Pukulan tee saya solid sepanjang pekan ini, dan hari ini akhirnya saya bisa mulai memasukkan putt yang kerap meleset dalam dua hari terakhir dan menciptakan perbedaan yang besar.”

Hujan yang turun pagi hari tak membuat Yonezawa kesulitan mengatasi lapangan sepanjang 6.583,5 meter ini. Setelah menciptakan birdie di hole 1, ia berhasil mempertahankan momentumnya dengan menorehkan tambahan birdie dari hole 3, 5, 8, 12, 13, dan 15. Bahkan di hole 14, pukulan approach yang tajam ikut membantunya menyelamatkan par di sana.

”Hole 14 itu dimainkan sangat panjang akibat hujan, hampir seperti hole par 5. Saya tak dapat mencapai green dalam dua pukulan, tapi masih bisa menyelamatkan par dari jarak tiga meter. Par ini pun serasa birdie,” jelasnya.

”Bertanding di sini membuka mata saya pada hal-hal yang mesti saya tingkatkan agar bisa mencapai level PGA TOUR.”

Bagi Yonezawa, lapangan ini memang tidak terasa asing. Apalagi ia meraih gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) kedua dalam kariernya, Yokohama Minato Championship-Fujiki Centennial tahun lalu di lapangan yang sama.

”Layout dan tee-nya memang agak berbeda dari ketika saya menang di sini, tapi masih bisa merasa nyaman di sekitar lapangan,” ujarnya lagi. ”Rasanya cocok buat permainan saya, dan sejauh ini saya telah bermain dengan penuh percaya diri.”

Selain menikmati skor yang bagus, ia juga mengaku belajar banyak dari bermain dengan pemain, seperti Schauffele, Collin Morikawa, dan Hideki Matsuyama pada pekan ini.

”Bertanding di sini membuka mata saya pada hal-hal yang mesti saya tingkatkan agar bisa mencapai level PGA TOUR,” tuturnya. ”Melihat bagaimana para pemain internasional menyerang di lapangan ini, bahkan di fairway-fairway yang sempit, benar-benar membuka mata saya. Mereka bermain tanpa rasa takut, dan ini hal yang bisa saya pelajari.”

Sementara itu, pegolf Korea Kim Siwoo sempat menikmati posisi teratas setelah membukukan lima birdie di sembilan hole pertamanya. Sayangnya, empat bogey dengan hanya satu birdie di sembilan hole berikutnya membuatnya harus puas duduk di posisi T3, yang di antaranya juga ditempati oleh rekan senegaranya, An Byeonghun (66). Dengan demikian, asa Asia pada putaran final besok praktis masih terbuka, mengingat kini Kim dan An terpaut tiga stroke dari Greyserman dan Schauffele.