Yuan Yechun mewujudkan impiannya meraih kartu PGA TOUR menyusul finis T7 pada ajang The Club Car Championship di The Landings Club Minggu (3/4) kemarin.

Yuan Yechun menjadi pegolf China daratan ketiga yang meraih kartu PGA TOUR untuk musim depan menyusul keberhasilannya finis T7 pada ajang The Club Car Championship di The Landings Club Minggu (3/4) kemarin.

Pegolf berusia 25 tahun alas Dalian ini telah meraih gelar Korn Ferry Tour pertamanya dua pekan silam untuk melengkapi dua finis di tiga besar lainnya. Dan pada ajang pekan lalu itu, ia hanya butuh finis sendirian di peringkat 19 untuk melampaui 900 poin, yang menjadi batas aman untuk bisa finis di jajaran Top-25 pada Musim Reguler dan meraih haknya untuk bermain pada PGA TOUR musim depan.

Keberhasilannya kemarin menjadikan Yuan sebagai pegolf pertama yang menembus PGA TOUR setelah kini mengemas skor 941 poin, sementar masih ada 15 turnamen lagi pada musim reguler. Dua rekan senegaranya yang lain, Dou Zecheng dan Zhang Xinjun, juga sempat menikmati kompetisi PGA TOUR melalui Korn Ferry Tour melalui musim reguler 2017.

”Saya merasa sangat bersemangat begitu tahu bahwa saya akan bermain pada PGA TOUR tahun depan. Ini berita besar buat saya dan saya tak sabar untuk menuntaskan sisa musim ini dan bermain pada PGA TOUR tahun depan,” tutur Yuan, yang membukukan skor 2-over 74 dan finis lima stroke di belakang T.J. Vogel, sang juara.

Sudah sejak lama ia memimpikan bisa meraih spot untuk bertanding dengan para pegolf terbaik di dunia melalui Korn Ferry Tour. Keberhasilannya ini sekaligus menebus pengorbanan yang ia lakukan pada tahun lalu. Kala itu ia memilih pulang ke China untuk bersiap mewakili negaranya pada Olimpiade Tokyo, serta mengikuti National Games negaranya. Kala itu ia nyaris menembus Top-25 sebelum akhirnya menuntaskan perjuangannya di AS demi negara.

”Saya merasa sangat bersemangat begitu tahu bahwa saya akan bermain pada PGA TOUR tahun depan.”

Ia menyebut peran sang istri, Cathy Luo Ying, yang juga merupakan pegolf profesional, pelatih, dan keluarganya yang membantunya fokus mengejar impian Amerikanya. ”Semua orang berkontribusi banyak, termasuk pelatih, istri, kedi, kedua orangtua … sahabat-sahabat saya, semua orang yang ada di sekitar saya yang menjadikan saya sebagaimana adanya saat ini. Saya ingin berterima kasih kepada semua mereka,” ujarnya.

Yuan, yang besar di Dalian, mengenal golf sejak usia 9 tahun berkat dorongan sang ayah, sebelum akhirnya pindah ke AS untuk bersekolah saat berusia 14 tahun. Saat itulah hasratnya terhadap golf bertumbuh dan ia sempat bermain selama tiga tahun membela University of Washington. Di kampus itu pulalah ia mengenal sang istri, dan akhirnya memutuskan beralih profesional tahun 2018, setelah membela China pada Asian Games di Jakarta.

Ia segera menunjukkan ketangguhannya lewat PGA TOUR Series-China dan menjuarai gelar profesional pertamanya di Qingdao, lalu menuju Korn Ferry Tour pada tahun 2019. Kariernya melejit setelah tiga kali finis di tempat kedua pada musim 2020-2021, yang ikut membuatnya berhak tampil pada Olimpiade.

”Ada pengorbanan yang harus dilakukan. Bisa membela negara adalah kesempatan sekali dalam empat tahun, jadi ini salah satu pengalaman yang demikian, saya tidak akan pernah menyesalinya,” ujar Yuan, yang finis T38 di Tokyo kala itu.

Dengan kartu PGA TOUR yang sudah pasti ada di tangannya, Yuan berniat bermain lebih lepas sepanjang sisa musim ini dan mengincar kemenangan lebih banyak. ”Hal yang sama tiap pekan, pola pikir yang sama, dan bermain dengan skor serendah mungkin, Tak ada yang berubah, meskipun saya sudah mencapai poin yang dibutuhkan,” ujarnya.