Aditi Ashok masih berpeluang untuk meraih medali pada kompetisi golf wanita Olimpiade Tokyo 2020.

Tiga birdie di empat hole terakhir membantu Aditi Ashok untuk mencatatkan skor 5-under 66 pada putaran kedua kompetisi golf wanita pada Olimpiade Tokyo 2020 hari ini (5/8). Skor tersebut turut membantunya untuk mempertahankan peluangnya meraih medali bersejarah bagi India.

Pegolf berusia 23 tahun ini membukukan total lima birdie di kartu skor putaran kedua di tengah panasnya cuaca di Kasumigaseki Country Club sepanjang hari tadi. Dengan skor total 9-under 133, ia kini berbagi peringkat kedua bersama dua wakil Denmark, Nanna Koerstz Madsen (64) dan Emily Kristine Pedersen (63). Adapun pegolf No.1 Dunia Nelly Korda menorehkan skor 62 untuk memberinya keunggulan empat stroke dengan total 13-under 129 dalam 36 hole.

Ashok, yang tampil dalam Olimpiade kedua dalam kariernya, mempertahankana posisi ideal ini untuk mempersembahkan medali pertama bagi India. Ia menorehkan birdie di hole 2, 5, 15, 17, da 18. ”Di tiga hole terakhir, saya melakukan pukulan dengan jarak yang bagus dan sepanjang hari ini saya nyaris tidak melakukan pukulan yang gagal mencapai target, mungkin kalaupun ada hanya beberapa,” tutur Ashok.

Mengingat kompetisi pekan ini berpeluang hanya dilakukan dalam 54 hole akibat badai yang mungkin melanda pada akhir pekan, pegolf berpostur langsing ini sadar ia harus terus menyerang pin untuk memasstikan mencapai finis di podium. Sebuah medali akan menjadi sangat monumental bagi perkembangan golf di India.

”Sepanjang pekan ini ada banyak pemain yang bakal menciptakan banyak birdie, terutama karena cuacanya yang hangat dan kondisinya yang menguntungkan. Menurut saya, berapa hole pun yang saya mainkan, entah 54, entah 72, saya tidak akan duduk diam. Saya harus mencoba dan bermain seagresif mungkin dan menciptakan banyak birdie,” tegasnya.

”Pada pekan ini ibu sayalah yang menemani, …. Jadi, saya lebih berkomitmen pada tiap keputusan saya dan lebih menentukan pilihan sendiri.” — Aditi Ashok.

Awal permainan yang solid dalam kompetisi kali ini telah membuatnya menarik perhatian banyak kalangan melalui media sosial di India. Ia juga berharap hal itu akan membuat lebih banyak lagi orang yang melihat olahraga golf. Meskipun saat ini ia mengusung mimpi meraih medali, Ashok memiliki pengalaman yang cukup berkat pengalamannya bertanding pada LPGA Tour, untuk menyadari bahwa ia hanya harus tetap fokus.

Ia sendiri tidak segan untuk mengakui bahwa dirinya bermimpi untuk naik podium. ”Sepertinya semua orang memikirkannya dan jelas saya juga demikian. Namun, sudah tentu, saya tak terlalu memikirkannya juga. Saya hanya berusaha melakukan pukulan seterbaik yang saya bisa. Dan semoga banyak orang di India yang lebih menyaksikannya. Saya tahu ada beberapa teman yang terjaga untuk menyaksikan saya, dan ini sesuatu yang keren. Olimpiade ini sungguh besar. Dalam turnamen reguler, orang tidak terlalu mengikutinya, bahkan ketika ajang tersebut merupakan ajang Major pada LPGA. Jadi, ya, pembicaraan tentang Olimpiade sejauh ini sudah bagus.”

Maheshwari, sang ibu, menemani di sampingnya sebagai kedi pada pekan ini, setelah sang ayah melakoninya di Rio 2016. Ashok menyebut kehadiran sang ibu telah membantunya untuk memperhatikan penuh rencana permainannya dan mengeksekusi tiap pukulan dengan tepat.

”Saya kira, ketika ayah saya menjadi kedi, ia lebih mengetahui permainan saya, mungkin terkadang lebih daripada saya sendiri, jadi terkadang saya selalu mengandalkan dia. Sementara pada pekan ini ibu sayalah yang menemani, saya bisa menanyakan berbagai hal, tapi untuk urusan seperti saran tentang golf, mungkin dia tidak terlalu banyak membantu seperti halnya ayah. Jadi, saya lebih berkomitmen pada tiap keputusan saya dan lebih menentukan pilihan sendiri,” tutur pegolf yang finis di peringkat 41 di Rio 2016 ini.

Keberhasilan Ashok ini juga mendorong Anirban Lahiri untuk menyemangati pegolf muda ini. ”Solid bagaikan batu karang. @aditigolf, ayo berjuang untuk meraih emas. Semua orang mendukungmu,” tulis Lahiri melalui akun Twitternya.