Dua bintang golf Korea Im Sungjae dan Kim Siwoo mengusung satu misi pada Olimpiade Tokyo ketika cabang olahraga golf pria dimulai pada 29 Juli-1 Agustus 2021.
Ada alasan tertentu mengapa Im Sungjae memperlakukan debutnya bagi Korea pada Olimpiade di Tokyo pada bulan ini sebagai ”kesempatan terakhir”. Baginya Olimpiade merupakan sebuah kesempatan untuk menciptakan kenangan seumur hidup, terutama ketika ia bisa membawa pulang medali.
Pegolf yang kini berada di peringkat 27 Dunia ini tidak akan sendirian bertanding dan mengusung bendera Korea Selatan di Jepang. Rekan senegaranya yang juga juara PGA TOUR, Kim Siwoo, akan menemaninya memenuhi impian naik podium di Kasumigaseki Country Club pada 29 Juli-1 Agustus 2021 mendatang. Pada pekan tersebut, duo Korea ini akan bersaing bersama para pegolf terbaik dunia, termasuk lima pegolf dari peringkat sepuluh besar dunia, termasuk favorit tuan rumah Hideki Matsuyama, pegolf Irlandia Rory McIlroy, bintang Norwegia Viktor Hovland, dan pegolf Britania Raya Paul Casey.
Im tak perlu jauh-jauh mencari inspirasi. Rekan senegaranya, yang juga merupakan pegolf wanita Korea terkemuka, Park Inbee, sudah menciptakan sejarah ketika memenangkan medali emas di Rio de Janeiro lima tahun silam. Kala itu golf kembali menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade setelah absen selama 112 tahun.
Im sendiri telah menjadi salah bintang muda baru golf menyusul keberhasilannya menembus PGA TOUR pada tahun 2019. Pada musim debutnya itu ia bahkan berhasil menyabet status Pendatang Baru Terbaik alias Rookie of the Year. Ia bahkan menampilkan performa luar biasa dalam debutnya bagi Tim Internasional pada ajang Presidents Cup.
Saking pentingnya panggung Olimpiade ini, Im dan Kim memilih untuk absen dari The Open Championship pekana lalu. Mereka lebih memilih untuk fokus mempersiapkan diri untuk kompetisi di Tokyo nanti.
”Jika sudah berikrar untuk Olimpiade, saya akan memperlakukan kesempatan ini sebagai kesempatan terakhir.” — Im Sungjae.
”Jika sudah berikrar untuk Olimpiade, saya akan memperlakukan kesempatan ini sebagai kesempatan terakhir. Target saya ialah melakukan yang terbaik, dan berpikir bahwa kesempatan seperti ini tidak akan datang lagi,” ujar Im, yang telah meraih satu gelar PGA TOUR pada Honda Classic 2020 ini.
”Saya akan sangat senang jika bisa memenangkan medali dan akan menjadi momen yang berkesan dalam hidup saya. Memang tidak akan mudah, tapi saya ingin membantu tim karena saya mewakili Korea. Jika bisa memenangkan medali, prestasi itu akan menjadi rekor yang besar dalam karier saya. Dan pasti akan banyak membantu ketika saya bermain pada PGA TOUR juga.
”Tidak semua orang bisa berpartisipasi pada Olimpiade sehingga membuatnya spesial. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan medali emas atau medali apa pun. Saya punya beberapa rekor pada PGA TOUR dan pegolf pria Korea belum pernah memenangkan medali Olimpiade. Saya berharap bisa menciptakan rekor baru itu.”
Karier pegolf yang kini berusia 23 tahun ini melejit sejak bermain pada Korn Ferry Tour tahun 2018. Dua kemenangannya kala itu membuatnya menyabet status Player of the Year. Sejak itu ia menjadi pemain reguler di jajaran 30 besar dunia. Musim ini ia sudah empat kali finis di sepuluh besar pada kancah PGA TOUR, termasuk finis T2 pada Masters Tournament bulan November 2020 lalu. Toh ia meyakini masih memiliki banyak ruang untuk meningkatkan permainannya.
”Untuk menjadi pegolf yang baik, manajemen pribadi adalah hal yang penting karena Anda mesti menemukan dan melengkapi apa yang kurang pada diri Anda. Kekuatan stamina dan mental juga penting. Untuk menjadi pemain terbaik, Anda mesti memiliki lebih banyak pendekatan yang berbeda ketimbang orang lain, tapi butuh banyak usaha untuk mencapai hal tersebut. Saya pikir saya akan menjadi pemain yanga hebat jika bisa memiliki hal-hal tersebut,” ujarnya lagi.

Sementara itu, keberhasilan meraih gelar PGA TOUR ketiga pada awal tahun ini memberi Kim dorongan untuk mewujudkan targetnya naik podium di Tokyo nanti. ”Sudah lama saya tidak menang dan karena akhirnya bisa menang denagn sejumlah kesulitan, saya mendapatkan rasa percaya diri yang lebih untuk ke depan dan kemenangan (pada The American Express) itu sendiri sangatlah berarti buat saya. Terkadang saya bahkan mempertanyakan diri sendiri apakah bakal bisa menang lagi, tapi setelah kemenangan terakhir itu, rasa percaya diri saya meningkat,” ujar pegolf berusia 26 tahun, yang menjadi pegolf termuda yang pernah menjuarai THE PLAYERS Championship pada tahun 2017.
Kim, yang juga menggandrungi sepakbola ini, ingat bagaimana ia melihat negaranya meraih medali perunggu pada Olimpiade London 2012 lewat kemenangan 2-0 atas Jepang untuk perebutan tempat ketiga. Tim nasional Korea kala itu bahkan menimbulkan rasa kecewa luar biasa ketika berhasil menaklukkan Britania Raya pada perempat final melalui adu penalti.
”Hal paling mengesankan bagi tim sepakbola Olimpiade kami ialah mereka melakuakn yang terbaik untuk meraih medali di London. Pada saat itu, golf bukan olahraga Olimpiade, tapi kini golf menjadi olahraga resmi yang dipertandingkan, jadi saya berharap bisa mencapai hasil yang bagus dan menjadi kenangan yang baik bagi olahraga di Korea,” ujar pegolf yang kini berada di peringkat 55 dunia ini.
”Saya sudah mencurahkan banyak upaya untuk menjadi kompetitif. Meskipun akan sulit, saya pikir menjuarai medali akan menjadi sangat bermakna. Saya akan berjuang keras untuk memenangkannya. Namun, saya tidak memiliki pola pikir tertentu untuk Tokyo, tapi karena saya akan mewakili Korea, saya merasa sangat bangga (pada fakta ini). Saya pasti akan sangat senang jika bisa memenangkan medali. Saya berpartisipasi sebagai wakil Korea, bukan sebagai individu. Itulah sebabnya, saya ingin menang untuk Korea!”
Lima tahun lalu, Korea menempatkan An Byeonghun dan Wang Jeunghun sebagai wakilnya. Keduanya menuntaskan kompetisi kala itu, masing-masing, di peringkat T11 dan T43.


