Tim Jepang mengakhiri dominasi Korea pada ajang Queen Sirikit Cup lewat kemenangan pada edisi ke-42.
Tim Jepang menyudahi penantian selama dua dasawarsa pada ajang Queen Sirikit Cup. Permainan cemerlang Mizuki Hashimoto, Ayaka Tezuka, dan Miku Ueta memastikan kemenangan bagi Negeri Matahari Terbit ini. Kemenangan ini sekaligus melanjutkan performa cemerlang Jepang dalam dua tahun terakhir di kancah golf internasional, yang dimulai dari kemenangan Hideki Matsuyama pada Masters Tournament 2021.
Pada putaran final di Masters Course Laguna National Golf and Resort tadi, Hashimoto, untuk pertama kalinya harus bermain di atas par. Juara Women’s Amateur Asia-Pacific 2021 ini harus menutaskan skor 1-over 73 setelah menorehkan lima birdie, empat bogey, dan satu double bogey.
Ia sempat bermain even par di sembilan hole pertamanya, meskipun harus mencatatkan double bogey di hole 6. Tiga bogey berturut-turut dari hole 10 seakan bakal memupus peluangnya untuk meraih gelar juara individu. Akan tetapi, dua birdie di hole 13 dan 15 terbukti menjadi sangat penting baginya. Pasalnya, Shanon Tan, pegolf Singapura, yang menorehkan skor total 8-under berkat birdie di hole 17, hanya menorehkan par di hole terakhir sehingga kemenangan pun menjadi milik Hashimoto.
”Kemenangan ini sangatlah spesial karena kami bisa kembali memenangkan Queen Sirikit Cup ini setelah 20 tahun,” tutur pegolf berusia 19 tahun ini. ”Rasanya sulit dipercaya. Saya sangat senang. Ada banyak yang menaruh harapan kepada saya setelah menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific, dan saya puas bisa menangani tekanan tersebut dengan baik dan main bagus di Singapura.”
Pegolf Selandia Baru Fiona Xu, yang menuntaskan putaran final tadi dengan skor 73 juga mengaku puas dengan debutnya pada ajang yang sejatinya bernama Asia-Pacific Amateur Ladies Golf Team Championship ini. Xu ikut berkontribusi pada keberhasilan negaranya untuk finis di tempat kedua dengan skor total 13-under, tiga stroke lebih baik daripada Tim Korea yang harus puas menempati peringkat ketiga.

”Rasanya saya sudah bermain dengan biak pekan ini. Mestinya bisa lebih bagus lagi, tapi secara keseluruhan saya merasa puas. Cuacanya sangat berbeda ketimbang Selandia Baru. Sekarang sedang musim dingin di sana,” tutur Xu, yang menempati peringkat T10 bersama pegolf tuan rumah Jaymie Ng dengan skor total 1-under 287.
”Namun, di sini saya bisa cepat beradaptasi dengan cuacanya. Semua anggota tim sangat senang dengan hasilnya karena kami tidak mengira bisa finis setinggi itu di papan klasemen.”
Tan, yang nyaris menciptakan sejarah bagi Singapura, juga mengaku puas lantaran bisa finis di tempat kedua, hanya satu stroke di belakang Hashimoto.
”Saya tak pernah mengira bisa finis di tempat kedua dalam klasemen individu dan juga Singapura bisa meraih tempat keempat. Jelas kami sudah melampaui semua ekspektasi. Semua itu tak lepas dari dukungan yang diberikan kepada kami oleh para pemangku kepentingan, dan kami sangat bersyukur untuk semua itu,” tandasnya.
Bagi Jepang, keberhasilan kali ini memperpanjang serangkaian prestasi internasional mereka. Setelah Matsuyama menjuarai Jaket Hijau bagi Asia untuk pertama kalinya pada tahun 2021 lalu, Jepang menorehkan prestasi pada dua ajang prestisius golf amatir pria dan wanita. Keita Nakajima menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship, dan Hashimoto mengikuti langkahnya selang sepekan kemudian.


