”Band of Brothers” dari Korea kini siap menatap rangkaian FedExCup Playoff yang dimulai pekan ini lewat ajang THE NORTHERN TRUST.
Trio ”Band of Brothers” dari Korea yang terdiri atas Kim Siwoo, Im Sungjae, dan Lee Kyounghoon dalam beberapa jam lagi akan mulai bertanding pada THE NORTHERN TRUST. Turnamen pembuka dari rangkaian FedExCup Playoff ini memberi kesempatan bagi ketiga pegolf Korea tersebut untuk menciptakan sekecping sejarah dalam rangkaian FedExCup Playoff PGA TOUR.
Ketiga pemain itu masing-masing menempati peringkat 30, 31, dan 34 jelang melakukan tee off di Liberty National Golf Club, di New Jersey. Ketiganya juga berniat untuk bisa tampil pada ajang pamungkas, TOUR Championship, yang hanya ditujukan bagi 30 pegolf teratas. Jika bisa menembus ajang tersebut, mereka akan berpeluang meraih hadiah terbesar, menjuarai FedExCup.
Setelah satu dekade keberhasilan Korea, yang dipelopori oleh K.J. Choi sebagai pegolf Korea dengan gelar PGA TOUR—delapan gelar—terbanyak dan Y.E. Yang sebagai juara Major Asia pertama, Kim yang kini berusia 26 tahun, Im (23), dan Lee (29) kini tampil sebagai generasi baru bintang Korea pada panggung golf terbesar di dunia.
Choi dan Yang sempat tampil pada TOUR Championship tahun 2011. Tahun itu menjadi tahun pertama kedua pegolf Korea itu tampil bersama-sama hingga ajang Playoff Finale. Dan kini, sepuluh tahun kemudian Kim, Im, dan Lee berpeluang untuk melangkah lebih baik.
Trio Korea ini kerap menyebut ikatan di antara sesama pegolf Korea yang berlaga pada PGA TOUR sebagai hal penting yang membantu ketiganya meraih sukses. Kim telah meraih gelar PGA TOUR ketiganya sedangkan Lee meraih gelar pertamanya musim ini. Im sendiri telah empat kali finis di sepuluh besar, termasuk runner-up pada Masters Tournament bulan November 2020 lalu. Pegolf Korea lainnya yang juga bertanding pada PGA TOUR ialah Kang Sung dan An Byeonghun, yang akan mengikuti Korn Ferry Tour Finals untuk mempertahankan kartu PGA TOUR mereka setelah finis di luar jajaran 125 besar pada klasemen FedExCup untuk pertama kalinya dalam lima tahun.
”Kalau bisa mencapai TOUR Championship, saya ingin menang. Jika bisa memenangkannya, peristiwa itu akan menjadi momen bersejarah bagi golf di Korea.” — Kim Siwoo.
”Sepertinya para pegolf Korea bermain bagus musim ini. Kami menjadi akrab dengan makan malam bersama dari waktu ke waktu dan ketika salah satu dari kami bermain bagus, prestasi itu memotitvasi pemain Korea lainnya. Saya pikir itulah pengaruh yang sangat positif pada PGA TOUR,” tutur Lee, yang meraih gelar AT&T Byron Nelson bulan Mei 2021 lalu.
Kim, yang memenangkan The American Express bulan Januari dan takluk di babak play-off pada Wyndham Championship pekan lalu menambahkan, ”Setelah Sungjae menembus PGA TOUR kami selalu bermain bersama dalam berbagai ajang. Saya sangat terkesan ketika ia memenangkan turnamen pertamanya (tahun lalu) dan mencatatkan banyak finis di sepuluh besar. Dia bermain luar biasa dan memotivasi saya untuk mendorong diri sendiri. Saya juga ingin bermain lebih baiik dan berharap kami bisa saling memengaruhi selama bertahun-tahun ke depan.”
Im, yang terkenal dengan swing-nya yang halus menjadi pegolf Asia dengan peringkat tertinggi pada klasemen akhir FedExCup musim lalu, dengan berada di posisi 11. Ia memiliki sedikit luka pada FedExCup setelah bermain pada akhir pekan dengan menempati peringkat kedua pada TOUR Championship. ”Target saya ialah bisa masuk TOUR Championship lagi,” ujar Im, Rookie of the Year 2019. ”Pencapaian itu sangat berarti. Sungguh sulit bisa masuk 30 besar. Kalau bisa melakukannya tiga tahuan berturut-turut, saya bakal merasa sangat senang. Target saya masih sama, yaitu bisa masuk TOUR Championship dan menjuarai turnamen kedua saya.”
Belum pernah ada pegolf Asia yang mengangkat trofi FedExCup. Choi sempat finis di peringkat keempat ketika FedExCup pertama kali diadakan tahun 2007. Juara Masters Hideki Matsuyama juga sempat memasuki rangkaian Playoff dengan berada di peringkat teratas tahun 2017, sebelum akhirnya berada di posisi 8 pada klasemen akhir. Matsuyama akan memulai FedExCup Playoff kali ini dari peringkat 14.
Melihat posisi mereka saat ini Kim, Lee, dan Im bisa dibilang telah mengamankan posisi untuk BMW Championship yang akan digelar di Caves Valley Golf Club, di Owing Mills, pekan depan. Ajang Playoff kedua itu hanya bisa diikuti 70 pegolf teratas, sebelum akhirnya menuju ke pemberhentian terakhir musim 2020-2021 di East Lake Golf Club, di Atlanta.

Lee, yang baru-baru ini resmi menjadi ayah pada bulan Juli, mengaku jika berhasil menjuarai FedExCup, sekaligus menyapu hadiah sebesar US$15 juta, bakal menjadi mimpi yang menjadi kenyataan baginya. ”Juara FedExCup akan dinobatkan kepada pemain yang tampil luar biasa sepanjang musim. Itulah hadiah bagi seorang pemain yang bisa tampil sebagai pemain terbaik. Sudah tentu, hadiah uangnya juga mengagumkan. Namun, lebih dari itu, gelar tersebut menjadi cara untuk membuktikan kalau saya sudah menampilkan permainan terbaik sepanjang semusim penuh. Prestasi seperti itu akan memberikan kebanggaan lebih kepada saya,” jelasnya.
”Sudah tiga tahun berjalan sejak saya bermain pada PGA TOUR dan saya saya berpeluang main dalam tiga Playoff. Rasanya luar biasa, terutama tahun ini ketika saya bermain lebih baik daripada sebelumnya. Saya bersemangat dan merasa lebih percaya diri.”
Tahun 2016 lalu Kim berhasil tampil pada TOUR Championship dalam musim perdananya. Kala itu ia juga berhasil menjuarai Wyndham Championship dan finis di peringkat 17 pada klasemen akhir FedExCup. Keberhasilan mencapai East Lake juga akan memastikannya bisa mengikuti seluruh ajang besar pada musim berikutnya.
”Pada awal musim ini, inilah salah satu hal yang membuat saya gugup, apakah saya bisa mengikuti Playoff atau tidak. Untuk musim ini saya sudah berlatih banyak,” tutur Kim. ”Akan sangat berarti bagi saya jika bisa mengikuti TOUR Championship. Kami mendapat peluang untuk tiap turnamen. Semua pemain berusaha sangat keras untuk bisa menuju Atlanta. Saya berada di peringkat 30 jadi, saya berharap bisa bermain bagus dalam beberapa ajang berikutnya.”
Seperti halnya Lee, Kim juga telah membayangkan mengangkat trofi FedExCup. ”Saya tak begitu memikirkannya sampai sekarang. Saya ingin mengambil selangkah demi selangkah. Saya selalu bermain untuk bertahan hingga ajang berikutnya. Kalau bisa mencapai ajang final, saya ingin menang. Jika bisa memenangkannya, peristiwa itu akan menjadi momen bersejarah bagi golf di Korea.”

