Dengan kelahiran bayinya yang kedua, Anirban Lahiri dipastikan kembali mengikuti ajang Major lewat PGA Championship pekan ini.
Sudah tiga tahun berlalu sejak terakhir kalinya Anirban Lahiri mengikuti sebuah ajang Major. Keberhasilannya meraih tempat kedua pada THE PLAYERS Championship bulan Maret 2022 lalu memberikan tiket untuk bertanding di Southern Hills, di Tulsa, Oklahoma untuk ajang PGA Championship. Akan tetapi, ia berpotensi mundur dari ajang Major tersebut lantaran menantikan kelahiran bayinya yang kedua, yang justru diperkirakan lahir pada 22 Mei, persis pada putaran final PGA Championship.
Suasana berganti menjadi keceriaan bagi mantan pegolf No.1 Asian Tour ini. Pasalnya, putranya itu akhirnya lahir dengan selamat pada hari Senin (16/5) lalu. Bayi yang kemudian dinamai Avyaan ini praktis bisa mendampingi Isla, sang istri, melahirakan putra mereka, dan kemudian bertolak ke Tusla pada Selasa (17/5) malam.
”Avyaan berhasil lahir lebih awal … ia diperkirakan lahir Minggu mendatang dan hampir selalu ia bakal lahir lebih awal. Ipsa sudah membuat janji dengan dokter pada hari Kamis saat Wells Fargo Championship (dua pekan lalu) dan dokter memberi tahu kalau ia bakal lahir akhir pekan lalu, dan itu sebabnya saya terpaksa mundur dari ajang Byron Nelson pekan lalu,” jelas Lahiri.
”Saya gembira ia lahir lebih awal dan bersyukur ia sehat, Ipsa juga baik-baik saja, dan saya sekarang bisa bermain pada ajang PGA Championship. Semuanya sepertinya sudah diatur.”
Lahiri mengaku kalau ia sudah siap untuk mundur dari ajang Major pekan ini. Sebagai suami, ia jelas ingin mendampingi istrinya melahirkan, meskipun hal itu berarti ia akan kembali absen dari ajang Major. Partisipasi terakhirnya dalam ajang Major terjadi pada ajang U.S. OPen 2019 di Pebble Beach.
”Saya sangat bersemangat karena sudah lama saya tidak bermain dalam ajang Major.” — Anirban Lahiri
”Keluarga selalu yang utama,” tegasnya. ”Saya sudah menyiapkan mental. Kalau Avyaan lahir di atas hari Selasa pagi, saya akan mundur. Momen terhebat sampai beberapa waktu lalu ialah ketika putri kami hadir dalam hidup kami (tahun 2019) dan kehadirannya mengalahkan semua yang bisa saya capai di lapangan golf. Saya sangat lega saya bisa menemani istri ketika putra kami lahir.”
Lahiri memang tengah menikmati kebangkitannya. Permainannya mengalami perubahan besar usai keberaniannya untuk mengutak-atik iron dengan menambah 3,5 gram pada clubhead menjelang THE PLAYERS Championship. Permainannya pekan itu seakan berubah dan ia sempat menguasai puncak klasemen di TPC Sawgrass, sebelum akhirnya finis di tempat kedua.
Sejak memenangkan hadiah uang terbesar dalam kariernya, US$2,18 juta itu, ia finis T13, T66, T15, dan T6 untuk menempati peringkat 47 di klasemen FedExCup. Ia juga kini berada di posisi 12 pada klasemen Tim Internasional untuk Presidents Cup. Pekan ini akan menjadi penampilan ke-6 bagi Lahiri pada ajang PGA Championship. Sejauh ini, prestasi terbaiknya ialah ketika berhasil finis T5 di Whistling Straits tahun 2015.
”Rasanya saya sedang main bagus dan menuju ajang Major dengan beberapa performa bagus, pasti akan selalu membantu. Saya sangat bersemangat karena sudah lama saya tidak bermain dalam ajang Major. Pebble Beach sudah lama berlalu dan saya tidak benar-benar main bagus setelah itu,” ujarnya.
”Saya memberi tahu kedi saya (Tim Giuliano) untuk berangkat lebih dulu dan mempelajari lapangan golf lebih awal pekan ini. Saya belum benar-benar banyak berlatih karena pekan lalu beberapa kali harus berjaga-jaga dan pikiran saya tersita. Namun, saya merasa segar menuju Tulsa dan saya akan punya sehari penuh untuk bersiap. Saya tak sabar untuk bertanding!” imbuh Lahiri.
Pada putaran pertama hari Kamis (19/5) ini Lahiri akan bermain bersama pegolf AS Tim Feenstra dan pegolf Korea Lee Kyounghoon, yang baru saja mempertahankan gelar AT&T Byron Nelsonnya hari Minggu (15/5) lalu.


