Anirban Lahiri menjaga peluang bersaing setelah membukukan skor 68 kedua kalinya pada ajang Wells Fargo Championship.

Dalam kondisi yang basah oleh hujan dengan angin yang ikut bermain, Anirban Lahiri membukukan skor 68 untuk kedua kalinya pada ajang Wells Fargo Championship. Permainan pada putaran kedua kemarin (6/5) itu membawa bintang asal India itu ke jajaran sepuluh besar, berbagi tempat dengan pegolf Slovakia Rory Sabbatini.

Lahiri menorehkan enam birdie dan terpaksa membuang empat pukulan untuk mengumpulkan skor total 4-under 136. Meskipun catatan skor ini tidak terbilang jelek, ia sebenarnya masih bisa finis lebih baik lagi jika tidak gara-gara double bogey di hole 17 par 3.

”Ini hari yang berat, penuh perjuangan. Cuacanya jelas menyulitkan, Anda mesti bertarung menghadapi kondiis alam. Lapangan golf ini sudah cukup sulit dan panjang,” tutur Lahiri yang masih mengincar gelar PGA TOUR pertamanya. ”Saya bermain sangat, sangat bagus, tapi ada beberapa putt yang meleset. Semestinya saya bisa menghindari beberapa bogey.

”Ini salah satu pekan ketika Anda hanya harus berjuang.” — Anirban Lahiri.

”Lalu menjelang akhir putaran, di hole 17, saya kehilangan kendali terhadap bola lantaran hujan deras dan angin kencang yang kami dapatkan saat itu. Itulah saat ketika Anda mesti mengalami periode yang sangat sulit, dan kemudian kondisinya tidak begitu sulit pada pertengahan permainan, lalu kemudian berubah menjadi sangat sulit lagi. Saya sedikit kecewa dengan finis yang saya capai, tapi sangat senang dengan cara saya bermain dan bagaimana saya tetap fokus.”

Meski kondisinya diperkirakan bakal makin sulit pada akhir pekan, Lahiri tetap siap menghadapi tantangan berikutnya. Pasalnya, ketika ia meraih pencapaian terbesarnya lewat THE PLAYERS Championship, kondisi lapangan juga tidaklah mudah.

”Saya pikir kondisinya akan tetap sama dalam dua hari berikutnya, mungkin akan menjadi lebih dingin. Jadi, akhir pekan ini bakal sangat menarik,” tutur pegolf yang kini ada di peringkat 55 pada klasemen FedExCup ini.

”Par akan menjadi sangat berharga dan birdie menjadi lebih bernilai. Dari yang saya lihat, hujan masih akan turun sampai Minggu. Ini salah satu pekan ketika Anda hanya harus berjuang. Anda mesti memukul bola ke fairway, memukul green sebanyak mungkin karena menurut saya ketimbang kemarin, tiap kali memukul ke rough hari ini, posisi bolanya menjadi sangat buruk. Jadi, mencapai rumput tipis, baik di fairway maupun green, sangatlah penting. Saya berusaha tetap sabar, mempertahankan proses dan bermain golf dengan baik. Saya senang melihat cara bermain saya, hanya perlu meminimalisasi kesalahan dan terus membuat birdie.”

Duo Korea Kim Siwoo dan Lee Kyounghoon, serta pegolf China Taipei C.T. Pan menuntaskan putaran kedua dengan skor 72, 71, dan 73 untuk melangkah ke putaran akhir pekan. Mereka berada di posisi T29.

Adapun mantan pegolf No.1 Dunia Jason Day, yang juga merupakan juara Wells Fargo Championship 2018, melanjutkan permainan mengesankannya dengan membukukan skor 67 dan kini memegang keunggulan tiga stroke atas Max Homa.