Lloyd Jefferson Go membuka peluang mewujudkan gelar Asian Development Tour perdana dalam kariernya lewat ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament.

Pegolf Filipina Lloyd Jefferson Go berhasil melampaui dua pesaing terdekatnya, Paul San asal Malaysia dan Chonlatit Chuenboonngam dari Thailand. Pegolf berusia 27 tahun ini menampilkan permainan luar biasa untuk menguasai posisi teratas klasemen sementara. Sepuluh birdie dengan satu bogey dan satu double bogey memberinya peluang untuk menjuarai BNI Ciputra Golfpreneur Tournament, yang memperebutkan total hadiah sebesar US$110.000.

Go, San, dan Chonlatit sama-sama memulai putaran ketiga di Damai Indah Golf BSD Course itu dengan berbagi posisi teratas. Akan tetapi, Go langsung melejit berkat tiga birdie berturut-turut di tiga hole pertamanya. Momentum yang ia raih sejak awal itu praktis tidak menggoyahkannya di posisi teratas sejak awal permainan.

Kualitas pukulan approach-nya yang prima bahkan menjadi sangat memudahkannya untuk menaklukkan green di lapangan karya Jack Nicklaus itu. ”Ada banyak putt saya dari jarak 1,5 sampai 2 meter untuk birdie,” ujarnya.

Meski tersandung bogey di hole 5, ia masih menambah dua birdie lagi lewat hole 8 dan 9, sebelum akhirnya menyelesaikan sembilan hole terakhirnya dengan lima birdie dan satu double bogey di hole 15.

 

Chonlatit Chuenboonngam, Round 3 BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2022.
Pegolf Thailand Chonlatit Chuenboonngam hanya terpaut dua stroke dari Lloyd Jefferson Go. Foto: GolfinStyle.

 

”Ya, sepuluh birdie. Saya memainkan iron dengan sangat baik, saya pikir itulah hal terbaiknya dan saya juga bisa memasukkan banyak putt,” tutur pegolf lulusan Seton Hall University ini.

”Mungkin buat saya (kunci menaklukkan green di sini) ialah memilih jalur putt-nya dan memukul ke sana, kalau masuk ya masuk. Saya pikir komitmen (untuk melakukan putt) sangatlah penting.”

Meski mengaku tidak akan memikirkan soal kemenangan pada putaran final besok, Go berharap akurasi pukulan tee-nya menjadi lebih baik.

”Saya sebenarnya sedikit kesulitan memukul ke fairway (hari ini), dan masih cukup beruntung bisa memukul dari rough dan mendapat birdie. Jadi, semoga besok saya bisa lebih banyak memukul ke fairway,” tandasnya.

Chonlatit akan menjadi pesaing terdekat bagi Go. Pegolf Thailand ini mungkin tidak menorekan birdie sebanyak pesaingnya yang asal Filipina itu, tapi ia berhasil menghindari satu bogey pun. Lima birdie pada putaran ketiga menempatkannya hanya terpaut dua stroke dari Go. Skor 67 yang tadi ia torehkan membuatnya mengumpulkan skor total 199.

Adapun San menorehkan enam birdie dengan satu double bogey tercipta di hole 7 par 3 untuk mengumpulkan skor total 200.

 

Paul San, Round 3 BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2022.
Paul San kembali bermain dalam satu grup dengan Chonlatit Chuenboonngam dan pimpinan klasemen Lloyd Jefferson Go pada putaran final. Foto: GolfinStyle.

 

Meski demikian, peluang kemenangan tidak hanya dimonopoli oleh ketiga pemain ini. Dua pegolf lainnya, Kshitij Naveed Kaul (India) dan Sam Gillis (Amerika Serikat) sama-sama menorehkan skor 15-under 201 dan berbagi peringkat keempat. Masing-masing menorehkan skor 66 dan 68 untuk membuka peluang menciptakan kejutan.

Juara turnamen ini edisi 2016 Oscar Zetterwall mengintai sendirian di peringkat 6 denga torehan 13-under 203 setelah menuai skor 65.

Meski Go memegang posisi teratas, pegolf Jepang Shinichi Mizuno layak mendapat sorotan lantaran membukukan skor 9-under 63. Ia mencatatkan sembilan birdie dan tidak membukukan satu bogey pun untuk beranjak ke peringkat T12 dengan 10-under 206.

Sementara itu, pihak tuan rumah kini menempatkan Syukrizal sebagai pegolf Indonesia yang menempati posisi terbaik menuju putaran final. Pegolf asal Aceh ini menorehkan lima birdie dengan tiga bogey dan mengumpulkan 9-under 207. Ia akan memulai 18 hole terakhir dari peringkat T17.