Angel Yin dan Allisen Corpuz berbagi posisi teratas, namun persaingan seru siap mewarnai putaran final The Chevron Championship. Siapa yang bakal menjadi juara?

The Club at Carlton Woods kembali menjadi panggung yang penuh kejutan. Tiap putaran menampilkan pimpinan klasemen yang baru, yang turut menunjukkan belum ada penampilan yang benar-benar dominan sepanjang pekan di The Wooodlands, Texas ini.

Salah satu alasannya mungkin lantaran lapangan ini baru pertama kali dimainkan oleh para peserta. Sebagian besar pemain melakukan adaptasi seiring bergulirnya tiap putaran. Tidak hanya lapangan ini dimainkan cukup panjang, yaitu sepanjang 6.239 meter (6.824 yard), ukuran yang panjang bagi para pegolf wanita, tapi juga kondisi cuaca yang tidak selalu ideal dan rumput jenis Bermudagrass yang dianggap tidak mudah.

”Lapangan ini panjang, dan sulit, dan rumputnya, buliran rumputnya membuat lapangan ini lebih sulit lagi,” tutur Amy Yang.

Pimpinan klasemen putaran pertama Chien Peiyun asal China Taipei, yang mengawali pekan ini dengan skor 67, harus kehilangan takhtanya setelah bermain dengan skor 79. Sementara, Kim Alim yang mengambil alih posisi teratas pada hari kedua juga harus melepas posisi ideal itu setelah membukukan skor even par 72.

 

 

Kim jelas masih lebih beruntung lantaran, dengan selisih skor dua stroke, ia masih memiliki peluang untuk menciptakan kejutan, sekaligus menjuarai gelar Major kedua dalam kariernya.

Meskipun mengaku kesulitan bermain di The Club at Carlton Woods, Yang juga menjadi salah satu sorotan pada putaran ketiga setelah mencatatkan skor terendah, 65. Skor tersebut menjadi skor 65 kedua pada pekan ini setelah rekannya Kim melakukannya sehari sebelumnya. Skor 7-under pada putaran ketiga itu ikut mendongkrak peringkatnya dari posisi 25 ke T3. Delapan birdie dengan satu bogey membuka peluang bagi pegolf berusia 33 tahun ini untuk meraih gelar Major pertama dalam karier profesionalnya.

”Saya bermain untuk meraih gelar Major, dan sudah sering nyaris mewujudkannya dan gagal melakukannya jelas terasa berat secara mental. Namun, tak banyak yang bisa saya lakukan kecuali selalu bermain semaksimal mungkin setiap harinya,” tutur Yang, yang telah 19 kali finis di sepuluh besar, termasuk dua kali menempati posisi kedua—dua-duanya pada ajang U.S. Women’s Open. ”Rasanya segala sesuatunya bisa sinkron, dan tiap pukulan sangat solid. Bukannya lapangan ini mudah, tapi permainan saya terasa mudah di lapangan.”

Seperti halnya Yang, pegolf Swiss Albane Valenzuela juga membuka peluang untuk mencatatkan prestasi terbaiknya pada ajang Major. Lulusan Stanford University ini bermain dengan skor 68 dan menjadi satu dari tiga pemain yang menorehkan skor total 9-under 207 di peringkat ketiga. Kehadiran sang ayah sebagai kedinya turut memberinya kekuatan ekstra, terutama ketika harus bermain lebih dari 18 hole kemarin (22/4).

”Rasanya saya membutuhkan matanya untuk melihat bagaimana saya di lapangan,” jelas Valenzuela, ”dan ia akan berkata kalau saya mesti bermain lebih lambat, tetap tenang, dan berusaha mengurangi kecepatan swing ….

 

Amy Yang, Round 3 The Chevron Championship 2023.
Pegolf Korea Amy Yang mencatatkan skor terendah pada putaran ketiga, 7-under 65, sekaligus melambungkan peringkatnya ke posisi T3. Foto: Getty Images.

 

”(Namun) saya tidak benar-benar berfokus untuk hal itu (meraih kemenangan). Menurut saya, yang sudah saya lakukan dengan baik padap ekana ini ialah berfokus pada permainan saya sendiri. … Hanya soal melangkah ke pukulan berikutnya dengan sikap yang baik. Pasti akan ada yang meleset …, tapi tidak apa-apa, saya akan belajar dari hal itu.”

Jangan lupakan pula Megan Khang, pemain lain yang ada di tempat ketiga. Sebagai pegolf beretnis Hmong dari Laos pertama yang berkiprah pada LPGA, Khang mengaku merasakan tekanan dan menilai hal serupa bakal dirasakan oleh semua pemain. Ia sadar dalam 18 hole tersisa akan ada banyak hal yang bisa terjadi, ”entah angin yang mulai berembus atau panitia yang memajukan atau malah memundurkan tee. Yang pasti bakal menarik, dan memang seperti itulah Major,” ujarnya.

Jelas tidak ada yang memiliki posisi seideal Angel Yin dan Allisen Corpuz. Keduanya sama-sama mengemas skor 67 dan mengoleksi total 10-under. Keduanya sama-sama belum pernah menjuarai gelar LPGA, juga belum pernah memenangkan Major. Dan kini mereka punya posisi terbaik untuk mewujudkannya.

”Saya membayangkan (meraih kemenangan) tiap pekan. Tiap pekan saya melangkah ke tee box, rasanya, inilah dia,” tutur Yin, yang mengaku mendapat inspirasi percaya diri dari Christie Kerr. ”Saya tahu di mana permainan saya. Saya tahu dalam tiga hari terakhir semuanya berjalan dengan baik dan rencana permainan untuk lapangan ini juga berjalan mulus. Yang mesti saya lakukan ialah mengembalikan energi saya ke level yang cukup baik, ….”

 

Allisen Corpuz, Round 3 The Chevron Championship 2023.
Skor 67 pada putaran ketiga memberi skor total 10-under bagi Allisen Corpuz dan berbagi posisi teratas dengan Angel Yin. Foto: Getty Images.

 

Jika Yin memulai sembilan hole pertamanya dengan dua birdie dan satu bogey, Corpuz justru mencatatkan empat birdie di lima hole pertamanya dan bermain tanpa satu bogey pun.

”Saya benar-benar berusaha menempatkan bola di posisi yang bagus, fairway dan green, lalu melakukan pukulan solid dan berhasil memasukkan putt,” tuturnya.

Bermain pada ajang Major dengan sejumlah catatan penampilan yang mengecewakan, Corpuz berhasil mengubah penampilannya dengan penyesuaian kecil dari permainannya. ”Saya pikir sedikit alignment, dan kemudian melanjutkan dengan seluruh swing saya,” imbuh pegolf yang memulai musim debutnya pada LPGA pada tahun 2022 inii.

Dari sepuluh pegolf di jajaran atas, tujuh di antaranya belum pernah menikmati kemenangan Major. Hanya Kim Hyojoo (68), Nelly Korda (70), dan Kim Alim (72) yang telah mewujudkannya. Dan ketiganya kini hanya terpaut dua stroke dari duo Amerika pemuncak klasemen Allisen Corpuz dan Angel Yin.

”Tiap kali bisa bersaing, rasanya sungguh berarti buat saya. Rasanya dengan tiap kemenangan, semua orang berhasil mengatasi sesuatu atau berjuang mengatasi sesuatu. Dalam golf tidak selalu mulus, mungkin bagi (Jon) Rahm seperti itu saat ini, dan betapa luar biasanya hal itu. Namun, rasanya Anda berusaha untuk bersaing dan berusaha menang, terutama dalam kejuaraan Major, jadi saya akan bermain maksimal,” tutur Korda, yang terpaksa absen dari The Chevron Championship yang terakhir kalinya digelar di Mission Hills tahun lalu akibat cedera.