Yang Jiho menyudahi perlawanan Keita Nakajima untuk membuktikan bahwa dirinya sanggup kembali meraih kemenangan setahun setelah meraih gelar KPGA pertamanya.

Pegolf Korea Yang Jiho mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya ketika melakoni kariernya di Negeri Matahari Terbit, lebih dari satu dekade sejak pertama kali berkiprah di Jepang. Pegolf yang kini berusia 34 tahun itu akhirnya mengangkat trofi dalam sebuah turnamen yang diakui oleh Japan Golf Tour Organization (JGTO) dan KPGA Tour. Ia resmi menjadi juara perdana Hana Bank Invitational, sekaligus memastikan kartu Tour pada dua Tour papan atas Asia itu.

Ketika pertama kali tiba di Jepang tahun 2012 silam, harapannya melambung tinggi setelah menjuarai Novil Cup pada ABEMA Tour, Tour lapis kedua di Jepang. Namun, meski mendapat status penuh dalam dua musim pada tahun 2012 dan 2013, ia tak kunjung mewujudkan mimpinya menjuarai ajang JGTO.

Namun, setelah berfokus di sirkuit dalam negeri, kesempatan untuk mewujudkan kemenangan itu akhirnya muncul lewat ajang kolaborasi kedua Tour ini. Permainannya sepanjang empat putaran di Chiba Isumi Golf Club terbukti satu stroke lebih baik daripada Keita Nakajima, yang juga sedang dalam permainan terbaiknya dengan satu kemenangan dan dua kali runner-up dalam tiga turnamen sebelumnya.

Yang sempat mencatatkan bogey di hole 16, namun memastikan kemenangannya dengan menampilkan kualitas mental mengagumkan, mencatatkan birdie di dua hole penutupnya dan mencatatkan 6-under 67. Skor total 20-under 272 di lapangan 73 par itu memberinya gelar JGTO perdana pada turnamen yang mempertaruhkan kehormatan Korea dan Jepang ini.

Ia lekas menyebut persaingan tersebut turut memacunya untuk mengeluarkan permainan terbaiknya.

”Beberapa orang menganggap kemenangan saya itu cuma keberuntungan, dan kritik itu menyakitkan.” — Yang Jiho.

”Rasanya sulit dipercaya! Ketika menghadapi partai antara Korea dan Jepang, ada api persaingan di antara kami. Hal itu memberi kekuatan buat saya, dan saya bisa menikmati permainan hari ini. Senang akhirnya bisa menang,” tutur Yang, yang baru setahun lalu mewujudkan gelar perdananya di Korea, ketika memenangkan ajang KB Finance Liv Championship.

”Saya belum pernah bertemu Keita sampai hari ini. Ada tekanan ketika tahu bahwa saya akan bermain dengannya, apalagi pekan lalu dia baru menang, jadi dia pasti sedang dalam kondisi yang prima.

”Saya berusaha tidak menatapnya langsung pagi ini untuk mempertahankan langkah saya. Dia pemain muda, tapi jarak pukul sudah menjadi keunggulannya, dan dia selalu tampak tenang. Ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari dia.”

Kemenangan ini jelas sangat berarti bagi Yang. Pasalnya selama ini ia kerap diterpa kritik lantaran tak kunjung membuktikan dirinya, sampai akhirnya ia meraih kemenangan perdananya tahun 2022 itu.

”Saya menang lebih dari setahun lalu dan sejak saat itu rasanya saya ingin menang lagi. Ketika merasa begitu lapar, performa Anda tidak bakal menjadi bagus. Saya mengalami kesulitan untuk bisa lolos cut selama beberapa waktu,” ungkapnya. ”Beberapa orang menganggap kemenangan saya itu cuma keberuntungan, dan kritik itu menyakitkan. Istri saya mengingatkan agar saya lebih mempercayai kemampuan saya, jadi saya senang bisa kembali menang.”

 

Keita Nakajima, Round 4 Hana Bank Invitational.
Keita Nakajima mencatatkan runner-up ketiganya musim ini dalam empat turnamen terakhir yang ia ikuti. Foto: JGTOimages.

 

Kini jadwal kompetisinya akan menjadi lebih padat karena ia bisa mengikuti kompetisi di Jepang dan Korea.

Bagi Nakajima, finis pekan ini memberinya runner-up ketiga pada musim ini. Meskipun layak berbangga, Nakajima tidak bisa menutup kekecewaannya ketika melakukan pukulan kedua di hole 18.

”Kalau saja saya melakukan pukulan seperti yang saya lakukan di hole 17, saya masih bisa membukukan eagle untuk memaksakan play-off dan memperpanjang peluang untuk meraih kemenangan,” tutur Nakajima, yang pekan lalu menjuarai ajang ASO Iizuka Challenged Golf Tournament.

”Sebenarnya saya masih merasa tenang setelah membuat bogey di hole 3, tapi terasa lelah, dan pukulan saya mulai tidak solid.”

Adapun rekan senegara Nakajima, Taihei Sato, mengakhiri ajang ini dengan berada di tempat ketiga dengan skor total 274. Sedangkan Juara Mizuno Open 2014 Jang Dongkyu finis satu stroke di belakang Sato.