Anirban Lahiri menuntaskan Wells Fargo Championship dengan menempati peringkat T6.

Harapan Anirban Lahiri untuk mewujudkan gelar PGA TOUR pertamanya kini harus dibawa ke turnamen berikutnya. Pada putaran final Wells Fargo Championship hari Minggu (9/5) ia harus puas dengan menorehkan skor 1-over 71, sekaligus menuntaskan pekan di TPC Potomac itu dengan skor total 3-under 277. Catatan tersebut menempatkannya lima stroke di belakang Max Homa, yang memenangkan Wells Fargo Championship untuk kedua kalinya, sekaligus sebagai gelar PGA TOUR keempatnya.

Perjuangan Lahiri untuk mencatatkan hasil yang lebih baik terpaksa dibuyarkan akibat dua bogey berturut-turut di hole 15 dan 16. Jika dua bogey itu tidak terjadi, ia bisa finis sendirian di peringkat 5, sekaligus membawa hadiah uang sebesar US$369.000 plus 110 poin FedExCup.

”Sangat mengecewakan melihat cara saya menyelesaikan enam hole terakhir. Saya kira saya telah berjuang cukup keras dan menempatkan diri dalam posisi yang bagus untuk menyalip pemain lain dengan lima, enam hole tersisa. Saat memainkan beberapa hole yang sulit saya malah hanya nyaris meraih birdie di hole 13 dan 14, dan kemudian melakukan pukulan buruk di hole 15. Agak mengecewakan dan frustrasi saja melihat hasilnya,” keluh Lahiri.

Meski demikian, Lahiri masih punya alasan lain yang membuatnya layak berbangga. Setidaknya, ia kembali meraih finis sepuluh besar pada musim ini. Inilah sepuluh besar keduanya setelah nyaris menjuarai THE PLAYERS Championship bulan Maret lalu. Dengan tambahan 91,67 poin FedExCup, peringkatnya kini menanjak ke peringkat 44. Dan tak kalah pentingnya lagi, ia mulai berpeluang untuk kembali masuk Tim Internasional untuk Presidents Cup bulan September 2022 mendatang.

”Secara keseluruhan ini pekan yang bagus,” tutur Lahiri, yang kini berhasil menempati peringkat 74 pada Official World Golf Ranking. ”Bisa bersaing pada hari Minggu merupakan target sejak awal pekan, jadi saya bisa melihat kembali dan mengakui kalau target itu sudah tercapai. Saya ingin finis lebih baik dan pastinya target ini masih dalam proses. Rasanya saya bermain cukup bagus untnuk setidaknya menempatkan diri dalam situasi serupa secara lebih konsisten. Saya bangga melihat bagaimana saya menangani semua yang saya hadapi.”

”Ada peluang kalau ia lahir lebih awal pada pekan ini, saya mungkin bisa bermain di Southern Hills (untuk PGA Championship).” — Anirban Lahiri.

Lahiri mengakui pekan di TPC Potomac ini memberinya banyak hal positif. Baginya pencapaian ini memberi dorongan ekstra untuk terus meningkatkan permainannya. ”Drive saya pekan ini tidak bagus, masih di bawah standard yang biasanya saya patok untuk diri sendiri,” tegasnya.

Mantan juara Indonesian Masters ini bakal mengambil jeda untuk sementara waktu. Bersama Ipsa, sang istri, Lahiri tengah menantikan kelahiran anak kedua mereka, yang diperkirakan akan lahir pada tanggal 22 Mei, hari terakhir PGA Championship di Southern Hills. Meskipun ia telah mendapatkan spot untuk mengikuti ajang Major tersebut, Lahiri berniat untuk mundur jika bayinya tidak lahir lebih awal. Ajang Major terakhir yang ia ikuti ialah U.S. Open 2019.

”Saya akan jeda pekan depan dengan harapan anak kedua kami bisa lahir … kita lihat saja,” tutur Lahiri, yang finis T5 pada PGA Championship 2015, yang menjadi pencapaian terbaiknya dalam ajang Major. ”Ada peluang kalau ia lahir lebih awal pada pekan ini, saya mungkin bisa bermain di Southern Hills. Keluarga jelas lebih diprioritaskan daripada kerjaan.”

Sementara itu, peraih medali perak Olimpiade Tokyo C.T. Pan asal China Taipei menjadi wakil Asia terbaik kedua setelah Lahiri. Pan menuntaskan perjuangannya dengan finis di posisi T15. Pada putaran final itu, ia bermain dengan skor even par 70 dan mencatatkan skor total 1-under 279.

Adapun Lee Kyounghoon finis di peringkat T25 setelah bermain dengan skor 2-over 72. Rekan senegaranya, Kim Siwoo, harus menuntaskan putaran final dengan skor 75 sehingga finis di posisi T37.