Tom Kim mulai mengincar rekor lainnya saat mengikuti THE PLAYERS Championship yang dimulai hari ini (9/3).

Tom Kim ingat bagaimana ia menonton dengan penuh kebanggaan tatkala Kim Siwoo menjuarai THE PLAYERS Championship 2017. Kemenangan itu turut menempatkan Kim Siwoo sebagai pegolf termuda yang pernah menjuarai ajang flagship PGA TOUR tersebut.

Pekan ini, Kim memiliki satu-satunya kesempatan untuk memecahkan rekor Siwoo tersebut sekaligus sekali lagi memperbarui catatan sejarah golf.

Pegolf yang kini berusia 20 tahun ini akan memulai debutnya pada turnamen yang memperebutkan total hadiah US$25 juta (sekitar Rp386 milyar) ini. Sebagai ajang flagship, pesaingnya juga bukan pemain sembarangan karena mereka, di antaranya, merupakan 44 dari 50 pegolf teratas Official World Golf Ranking, serta 29 dari 30 pegolf teratas klasemen FedExCup musim ini.

”Saya ingat menyaksikannya (Siwoo) menang. Dia juara THE PLAYERS termuda dan melihatnya meraih kemenangan itu tentu memberi motivasi bagi kami para pemain Asia untuk mencoba dan membidik PGA TOUR,” tutur Kim.

”Saya sudah begitu sering menyaksikan ajang ini dari TV. Benar-benar tidak tahu mesti berharap apa dan saya sampai di sini hari Senin, mulai merasakan nuansanya dan mulai paham mengapa seluruh pemain menyebutnya sebagai ajang Major kelima. Ini tempat yang luar biasa untuk dikunjungi, atmosfernya mengagumkan, dan pekan yang bagus untuk main bagus juga.”

 

Tom Kim, Juara Shriners Children’s Open 2022.
Tom Kim menyamai rekor Tiger Woods dengan menjuarai Shriners Children’s Open 2022 sebagai gelar PGA TOUR keduanya sebelum genap berusia 21 tahun. Foto: Getty Images.

 

Pegolf Korea ini juga telah menembus jajaran top dunia menyusul kemenangannya pada ajang Wyndham Championship bulan Agustus 2022 dan Shriners Children’s Open dua bulan kemudian. Prestasi itu membuatnya menjadi pegolf pertama sejak Tiger Woods yang memenangkan dua gelar PGA TOUR sebelum berusia 21 tahun. Ia juga tampil mengesankan dalam debutnya bagi Tim Internasional pada ajang Presidents Cup.

Saat ini ia menghuni peringkat 9 klasemen FedExCup. Dan ia berniat untuk kembali menciptakan rekor. Enam tahun silam, Siwoo melangkah ke turnamen di TPC Sawgrass ini dalam usia 21 tahun, 10 bulan, dan 16 hari.

”Saya punya satu kesempatan (untuk memecahkan rekor tersebut),” ujar Tom, yang akan berusia 20 tahun, 8 bulan, dan 21 hari pada hari Minggu (12/3) nanti.

”Semua orang yang bermain pekan ini punya peluang untuk menang dan semua orang tentunya teramat sangat ingin menang. Saya pikir ajang ini akan menjadi ajang yang biasa, tapi sebenarnya malah tidak demikian. Ada sensasi tertentu. Saya pikir sensasi itu datang dari sejarah ajang ini, para juara masa lalu dan gelar yang mereka pegang … itulah yang membuatnya istimewa. Jelas ini salah satu ajang terbesar sepanjang tahun.”

Seperti halnya lapangan golf lain yang baru baginya, Tom akan mengandalkan kedi yang berpengalaman, Joe Skovron, untuk memetakan rencana permainan di Stadium Course yang sangat menantang itu. Skovron lama menjadi kedi bagi Rickie Fowler, yang menjuarai ajang ini tahun 2015.

”Besar banget,” ujar Tom menyinggung pentingnya Skovron sebagai kedinya pekan ini. ”Secara mental, kehadirannya membuang tekanan dalam hal persiapan karena ia tahu lapangan ini dengan baik. Ia tidak banyak melakukan kesalahan dan pernah menang sebelumnya. Kami punya relasi yang hebat dan ia merupakan salah satua teman baik saya sekarang. Dia seperti seorang saudara.”

 

Jon Rahm dan Tom Kim pada Sentry Tournament of Champions 2023.,
Tom Kim juga mulai menciptakan persahabatan dengan pegolf No.1 Dunia Jon Rahm (kiri). Foto: Getty Images.

 

Persiapan Kim mencakup putaran latihan dengan Juara THE PLAYERS 2021 Justin Thomas, Max Homa, dan Jordan Spieth. Ia juga menciptakan persahabatan dengan pegolf No.1 Dunia Jon Rahm dan Juara FedExCup 2022 Rory McIlroy. Dan sebagai salah satu pendatang baru, ia bersyukur nama-nama besar itu lekas menyambutnya dengan hangat.

”Dia (Rahm) dan saya bermain di Memphis (tahun lalu) dan kami menjadi dekat. Ia mengambil peran layaknya seorang abang. Tiap kali saya punya pertanyaan, ia selalu memberi jawaban,” ujar Tom.

Meski meraih sukses lebih awal, ia berkeras bahwa jalannya masih sangat panjang untuk bisa menjadi pemain reguler PGA TOUR. ”Saya berusaha belajar tiap hari dan menjadi lebih baik. Usia saya masih 20 tahun,” imbuhnya.

”Rasanya jarak pukul merupakan kekurangan saya sebelumnya, tapi saya telah memperoleh kecepatan yang lebih. Pukulan saya tidak terlalu jauh dari mereka. Buat saya, saya berusaha untuk tetap konsisten secara keseluruhan. Saya ingin bisa memainkan putter sedikit lebih tajam ke arah yang saya inginkan. (Soalnya) saya bermain dengan para pemain ini, yang sudah jauh lebih berpengalaman.”

Permainannya yang terkenal dengan pukulan lurus bakal bermanfaat buatnya saat menjelajahi lapangan karya desainer Pete Dye, yang kerap disebut sebagai ujian golf yang sejati ini. ”Lapangan ini jauh lebih sempit daripdaa yang saya bayangkan. Dan hole 17 (par 3 yang khas dengan green pulau) ternyata lebih luas daripada yang Anda bayangkan. Jadi, lapangan ini semacam perpaduan itu,” tuturnya lagi.

”Lapangan ini benar-benar menguji seluruh bagian dari permainan Anda. Supaya punya peluang, Anda jelas mesti main bagus menghadapi para pemain terbaik di dunia ini!”