Hideki Matsuyama yang berjanggut mungkin menjadi versi terbaik yang dibutuhkan oleh publik golf dunia.
Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Director, Marketing & Communications APAC untuk PGA TOUR, berdomisili di Kuala Lumpur.
Megabintang asal Jepang Hideki Matsuyama memasuki ajang Major ketiga tahun ini, U.S. Open, di lapangan prestisius Los Angeles Country Club dengan tampang berjanggut. Dalam empat turnamennya secara berturut-turut penampilannya itu mungkin turut membuat sejumlah pihak mulai bertaruh akan selama apa ia mempertahankan penampilannya saat ini.
Pegolf yang telah mengambil tempatnya dalam folklor golf Jepang sebagai pegolf pria pertama yang menjuarai ajang Major lewat kemenangan Masters Tournament 2021 ini sebenarnya menampilkan sisi kepribadiannya yang mungkin saja membuka pintu untuk menambah koleksi gelar Major-nya.
Matsuyama, yang kini berusia 31 tahun, tampak tersenyum dan tertawa ketika menghadapi pertanyaan soal penampilannya yang berjanggut itu pada ajang Memorial Tournament presented by Workday belum lama ini. Dan jawabannya sungguh menyegarkan, apalagi mengingat Matsuyama dikenal memiliki sikap yang pintar menyembunyikan kepribadiannya ketika berhadapan dengan media. Mungkin saja ia telah belajar bahwa kebiasaan tersebut membuatnya tampak sebagai sosok yang membosankan.
”Saya tidak tahu kenapa membiarkannya tumbuh, tapi semua orang bilang kalau saya cocok memiliki janggut, jadi saya pikir janggut ini masih akan bertahan untuk sementara waktu,” jelas Matsuyama sembari memamerkan cengirannya.
”Saya memang mengalami masa-masa berat. Ada cedera leher; jarak pukul berkurang. Namun, saya berjuang mengatasinya dan berharap kami bisa mendapatkan musim panas yang bagus.”
Dan hal terbaik dari memiliki janggut? ”Saya tak perlu mencukurnya!” tawanya.
Para penulis golf di Amerika jelas merasa terhibur dengan karakter Matsuyama yang santai itu. Terutama di tengah persiapannya mengikuti U.S. Open untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Dan pekan ini ia akan bermain bersama pemegang dua gelar U.S. Open Brooks Koepka dan Juara FedExCup 2022 Rory McIlroy dalam dua putaran pertama.
Sejauh ini ia telah tiga kali finis di sepuluh besar, hanya sekali gagal lolos cut, dan sempat finis sendirian di tempat ke-4 saat bertanding di The Country Club menyusul skor 65 pada putaran final yang menempatkannya finis tiga stroke di belakang juara tahun lalu, Matt Fitzpatrick. Tahun 2017 lalu ia mencatatkan prestasi terbaiknya pada ajang ini ketika finis T2 di Erin Hills, sebagai bagian dari kampanye musim yang luar biasa, yang diwarnai dengan tiga gelar PGA TOUR, dan membawanya mencapai peringkat tertinggi sepanjang kariernya pada Official World Golf Ranking, dengan menempati peringkat 2 Dunia.
Secara kebetulan pula, periode itu menjadi tahun ketika Matsuyama mungkin berada dalam posisi paling bahagia dalam kehidupan pribadinya. Ia telah menikah dan menjadi seorang ayah, sesuatu yang bahkan sempat membuat kaget rombongan wartawan Jepang lantaran pengumumannya itu.

”Tidak ada yang pernah bertanya apakah saya sudah menikah, jadi saya tidak harus memberi jawaban,” ujarnya.
Sayangnya, cedera punggung dan leher terbukti menjadi kendala besar baginya. Akibatnya, ia belum dapat memenuhi reputasinya sebagai salah satu pekerja keras di area latihan. Ia terpaksa mundur dari sejumlah turnamen sejak mendapat cedera pada ajang Arnold Palmer Invitational tahun 2022 sehingga ia harus menyesuaikan permainan dan rutinitas latihannya untuk mencegah kondisi yang lebih buruk lagi.
Kemenangan terakhirnya terjadi pada ajang Sony Open in Hawaii 2022, yang kala itu membuatnya menyamai rekor K.J. Choi sebagai pegolf Asia dengan kemenangan terbanyak di panggung PGA TOUR dengan delapan gelar. Namun, beberapa bulan terakhir ia menunjukkan pertanda bahwa permainan terbaiknya mulai kembali. Ia tidak pernah finis lebih buruk daripada peringkat T29 dalam enam ajang strokeplay terakhirnya. Ia bahkan finis sendirian di tempat ke-5 pada ajang THE PLAYERS Championship bulan Maret 2023 lalu.
”Saya memang mengalami masa-masa berat. Ada cedera leher; jarak pukul berkurang. Namun, saya berjuang mengatasinya dan berharap kami bisa mendapatkan musim panas yang bagus,” ujar Matsuyama.
”Apakah perubahan yang saya lakukan akan memberikan hasil ataukah saya bisa memukul bola sesuai keinginan saya, tentu akan butuh waktu.”
Meski demikian, ia juga memberi secercah ketidakpastian yang ia hadapi terkait dengan kondisi fisiknya. Setelah membukukan skor 65 pada putaran kedua ajang The Memorial—ajang yang memberinya gelar PGA TOUR perdana pada tahun 2014—belum lama ini, ia memberikan sinyal tersebut. ”Rasanya luar biasa,” jawabnya terkiat kondisi fisiknya. ”Namun, Anda takkan pernah tahu bagaimana besok pagi.”
Sepanjang musim 2022-2023 ini Matsuyama terus menyatakan optimismenya bahwa ia akan segera kembali ke lingkaran para juara dan tampil sebagai pegolf Asia dengan gelar PGA TOUR terbanyak. ”Saya pikir kami makin dekat mencapai target yang kami incar,” ujarnya pada bulan Maret lalu.
”Apakah perubahan yang saya lakukan akan memberikan hasil ataukah saya bisa memukul bola sesuai keinginan saya, tentu akan butuh waktu. Kami juga membahas soal kondisi leher saya dan bagaimana meminimalisasi tekanan di leher saya seminim mungkin.”
Selama bertahun-tahun Matsuyama, yang kini merupakan pegolf No.26 Dunia, menjadi pegolf Asia terbaik di jajaran Official World Golf Ranking. Namun, posisinya itu mulai dilampaui oleh duo Korea Im Sungjae (19) dan Tom Kim (22). Ia juga kini menghuni peringkat 58 pada klasemen FedExCup sehingga mesti memperbaiki posisinya jika ingin menjadi pegolf dengan penampilan terbanyak secara berturut-turut dalam ajang pamungkas FedExCup Playoff, TOUR Championship, untuk kesepuluh kalinya bulan Agustus nanti. Ajang itu sendiri memang dikhususkan bagi 30 pegolf teratas klasemen FedExCup.
Mungkin penampilan baru dengan janggut dan karakter yang lebih rileks bisa menjadi bumbu yang Matsuyama butuhkan untuk mengejar kemenangan Major keduanya, sekaligus gelar PGA TOUR kesembilan. Dengan Hollywood yang hanya berjarak beberapa mil, bukan tidak mungkin Matsuyama menulis naskahnya sendiri dan sekali lagi keluar sebagai juara.


