Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama mengaku, ”Kami harus bertahan di lapangan,” dengan beratnya kondisi Ocean Course Kiawah Island Golf Resort.

Sebelum ajang Major kedua tahun ini, PGA Championship, dimulai, banyak kalangan yang sudah memprediksi bahwa Ocean Course di Kiawah Island Golf Resort akan menjadi ujian tersulit dalam sejarah kejuaraan ini. Dengan sepuluh hole terpapar oleh angin berkat lokasinya yang memang di pinggir laut, plus panjang lapangan yang bisa mencapai 7.201 meter, bahkan pemukul terjauh PGA TOUR, Bryson DeChambeau saja sudah mengakui bahwa lapangan ini menjadi lapangan tersulit yang akan ia mainkan setelah melakukan transformasi fisik pada tahun 2020 lalu.

”Ada beberapa hole yang sulit dijangkau. Contohnya hole 4. Saya melihat kebanyakan pemain harus menggunakan hybrid dan 3-wood untuk memukul ke green, dan ini tidak mudah!” tuturnya sebelum putaran pertama berlangsung.

Chief Championship Officer PGA of America Kerry Haigh memang sempat mengungkapkan bahwa panjang lapangan yang akan dimainkan akan bergantung pada kondisi cuaca dan pihaknya akan memutuskannya tiap pagi sebelum putaran dimainkan. Ia jelas menyadari bahwa jika dimainkan sesuai dengan panjang lapangan yang didesain oleh arsitek kenamaan Pete Dye ini, PGA Championship tahun ini akan menjadi ajang Major dengan lapangan terpanjang. ”Semoga saja lapangan ini akan menyenangkan dan adil,” ujarnya.

Mungkin pihaknya menilai setup lapangan dilakukan untuk menciptakan kenikmatan bermain dan menjadi panggung yang adil. Namun, Juara Masters Hideki Matsuyama harus mengakui, ”Kami harus bertahan di lapangan dan memainkan permainan terbaik kami. Ini lapangan golf yang sangat sulit dan skornya bisa lebih tinggi lagi pada pekan ini.”

Matsuyama sendiri harus mengawali pekan ini dengan tiga birdie, dua bogey, dan satu double bogey. Skor 75 yang ia peroleh kemarin (20/5) untuk sementara menempatkannya di posisi T41, dua stroke dari batas aman. Pegolf Asia lainnya, An Byeonghun juga menempati posisi yang sama menyusul satu birdie dan dua bogey dalam 18 hole pertamanya.

 

 

”Bermain 1-over dalam empat hole sebenarnya tidaklah buruk, namun tiga putt di hole 18 itu sedikit mengecewakan buat saya,” tutur Matsuyama menyinggung bogey keduanya di hole terakhirnya itu.

Kondisi yang berat ini juga membuat sejumlah wakil Asia lainnya harus berjibaku habis-habisan pada putaran kedua hari ini jika ingin bermain penuh sepanjang pekan ini. Juara The American Express Kim Siwoo, Juara PGA Championship 2009 Y.E. Yang, serta Takumi Kanaya mencatatkan sskor 75 pada hari pertama. Adapun Rikuya Hoshino bermain dengan skor 76 dan berbagi tempat dengan pegolf No.1 Dunia Dustin Johnson di posisi T97. Sedangkan wakil Asia Tenggara Jazz Janewattananond harus membukukan skor 77. Lalu Juara AT&T Byron Nelson pekan lalu, Lee Kyounghoon juga harus menutup putaran pertamanya dengan skor 78.

Jika ada satu wakil Asia yang mengawali PGA Championship ini dengan solid, dia adalah Im Sungjae. Pemegang satu gelar PGA TOUR ini kemarin menampilkan permainan memukau, yang membuatnya layak menghuni jajaran sepuluh besar dengan skor 2-under 70. Ia harus mencatatkan skor yang mengecewakan setelah dua birdie yang ia peroleh harus dinodai dengan double bogey di hole 15 dan bogey di hole 16. Beruntung ia kemudian bisa mendapat satu eagle dan birdie di tiga hole terakhirnya.

Double bogey di hole 15 itu juga terbilang cukup mengejutkan. Setelah pukulan tee-nya masuk ke waste bunker di sisi kanan fairway, ia harus melakukan dua pukulan untuk mengembalikan bolanya ke fairway. Pukulan keempatnya juga hanya bisa mengantarkan bola hingga menyisakan jarak sekitar 7 meter dari pin dan ia membutuhkan dua putt untuk menuntaskan hole tersebut.

Corey Conners menjadi penjinak Ocean Course pada hari pertama ini. Pegolf Kanada ini mematok skor terendah kemarin setelah mencatatkan enam birdie dengan hanya satu bogey. Skor 67 miliknya itu memberinya keunggulan dua stroke atas Sam Horsfield, Cameron Davis, Juara PGA Championship 2011 Keegan Bradley, Viktor Hovland, Juara PGA Championship 2018 dan 2019 Brooks Koepka, dan Aaron Wise.

”Mustahil tidak merasakan tekanan di lapangan seperti ini. Anda tidak bisa terlena di hole mana pun di sini, semuanya sangat menantang.” — Corey Conners, pimpinan klasemen putaran pertama.

”Mustahil tidak merasakan tekanan di lapangan seperti ini. Anda tidak bisa terlena di hole mana pun di sini, semuanya sangat menantang,” ujar Conners, yang sejauh ini telah memenangkan satu gelar PGA TOUR. ”Saya sangat beruntung bisa mendapatkan skor yang bagus, membuat putaran ini terlihat setidaknya sedikit kurang menekan saya. Saya melakukan banyak pukulan bagus dan memasukkan beberapa putt di hole-hole awal, dan hal tersebut benar-benar membantu meningkatkan rasa percaya diri, membantu saya bermain dengan lebih bebas.”

Meskipun kondisi lapangan masih akan menjadi tantangan yang siap menekan semua pemain, toh Matsuyama mengaku bahwa salah satu beban dalam kariernya sudah terangkat dari pundaknya. Kemenangannya pada Masters Tournament bulan April lalu memberinya perspektif berbeda yang membuatnya bermain dengan lebih mudah.

”Sebelum menjadi juara Major, Anda selalu berlatih, mendorong, dan belum pernah merasakan kemenangan itu. Namun, sejak mewujudkannya, seperti hari ini, rasanya sedikit lebih mudah bagi saya untuk bermain dalam sebuah turnamen,” ujarnya.

Satu-satunya hal yang harus menjadi fokus bagi pemegang enam gelar PGA TOUR ini ialah mengembalikan level permainannya ke kondisi terbaiknya.

”Energi saya berada dalam level yang baik. Saya tidak terlalu merasa letih, tapi permainan saya tidak berada pada kondisi yang semestinya. Semua fokus saya saat ini ada pada hal tersebut,” tandasnya.